IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik modern, tetapi juga menerapkan teknologi digital untuk mendukung konsep kota cerdas atau smart city. Salah satu inovasi kunci yang diperkenalkan adalah smart metering digital, sistem pengukuran energi berbasis digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan air di lingkungan IKN.
Apa Itu Smart Metering Digital
Smart metering digital adalah teknologi pengukuran konsumsi listrik dan air secara real-time menggunakan sensor canggih yang dapat mengirim data secara otomatis kepada pengguna. Sistem ini tidak hanya mencatat pemakaian, tetapi juga menganalisis pola penggunaan energi dan air, sehingga penghuni dapat mengetahui apakah konsumsi mereka termasuk kategori hemat, wajar, atau boros. Data ini kemudian dikirim melalui kanal komunikasi digital seperti WhatsApp dan email setiap bulan, memberikan informasi yang transparan dan mudah dipahami.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menekankan bahwa smart metering merupakan bagian dari ekosistem pembangunan smart city. “Penerapan smart metering bagian dari ekosistem mewujudkan smart city. Orientasinya pada pembentukan masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dampak Terhadap Perilaku Warga
Salah satu tujuan utama penerapan smart metering adalah mendorong terbentuknya smart citizen, yaitu warga yang cerdas, etis, dan proaktif dalam memanfaatkan teknologi. Dengan mengetahui secara rinci pola konsumsi energi dan air, penghuni IKN dapat membuat keputusan lebih bijak, misalnya menurunkan penggunaan listrik saat tidak diperlukan atau menghemat air secara terukur.
Pendekatan ini tidak hanya menekankan efisiensi, tetapi juga membentuk kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial. Studi internasional menunjukkan bahwa sistem pengukuran energi real-time dapat meningkatkan kesadaran penggunaan energi hingga 15–20 persen, serta mendorong perilaku penghematan yang berkelanjutan.







