IKNPOS.ID – Atmosfer Santiago Bernabeu belum sepenuhnya mereda bagi Vinicius Junior. Penyerang asal Brasil tersebut kembali menerima cemoohan dari sebagian pendukung Real Madrid dalam laga fase liga Liga Champions melawan Monaco, Selasa malam waktu setempat.
Sejak awal pertandingan, bunyi siulan meramaikan stadion setiap kali Vinicius menguasai bola. Situasi ini merupakan kelanjutan dari ketegangan yang terjadi pada akhir pekan lalu saat Madrid menang 2-0 atas Levante di La Liga. Meski intensitas cemoohan kali ini berkurang seiring dominasi Madrid di lapangan, ketidaksenangan publik Madridista terhadap sang bintang tampak nyata.
Dampak Kepergian Xabi Alonso
Sentimen negatif pendukung tuan rumah berakar pada performa Vinicius yang menurun musim ini. Sebagian fans menuding pemain bernomor punggung 7 itu sebagai salah satu penyebab utama pemecatan pelatih Xabi Alonso pekan lalu.
Laporan internal menyebutkan bahwa Vinicius sempat berselisih dengan Alonso selama delapan bulan masa jabatan pelatih asal Spanyol tersebut. Vinicius disebut-sebut sebagai pemain utama yang tidak memberikan dukungan penuh kepada Alonso di ruang ganti, yang memicu keretakan hubungan antara tim pelatih dan pemain.
Mbappe Jadi Penengah
Di tengah tekanan mental tersebut, Kylian Mbappe hadir sebagai sosok pelindung. Mbappe, yang membuka keunggulan Madrid pada menit ke-5, langsung memeluk Vinicius setelah mencetak gol kedua pada menit ke-26 hasil umpan matang dari pemain Brasil tersebut.
Sebelumnya, Mbappe dan pelatih baru Alvaro Arbeloa secara terbuka membela Vinicius. Mbappe menegaskan bahwa publik tidak seharusnya menjadikan satu pemain sebagai kambing hitam atas periode sulit yang dialami klub belakangan ini.
Dukungan tersebut mulai membuahkan hasil. Ketika Vinicius melakukan kesalahan pada menit ke-40, sebagian kecil penonton memang kembali bersiul, namun mayoritas fans lainnya justru memberikan tepuk tangan sebagai bentuk motivasi.
Momen Emosional di Bernabeu
Pertandingan ini juga diwarnai momen emosional lainnya. Kylian Mbappe tampak menunjukkan gestur permintaan maaf kepada para pendukung Monaco setelah mencetak gol, mengingat Monaco adalah klub yang membesarkan namanya.







