Home News PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen Demi Pemilu 8 Februari, Incar Mayoritas & Lawan China
News

PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen Demi Pemilu 8 Februari, Incar Mayoritas & Lawan China

Share
PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen Demi Pemilu 8 Februari
PM Jepang Sanae Takaichi Bubarkan Parlemen Demi Pemilu 8 Februari
Share

IKNPOS.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah politik besar. Pada Senin (19/1/2026), ia secara resmi mengumumkan rencana membubarkan parlemen. Ini  membuka jalan bagi pemilihan umum mendadak yang akan digelar pada 8 Februari 2026.

Keputusan ini diambil di tengah popularitas pribadinya yang tinggi, meski partainya, Partai Demokrat Liberal (LDP), sedang tidak populer.

Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, bertaruh untuk memperoleh mandat yang lebih kuat.

Blok penguasa yang dipimpin Takaichi—koalisi LDP dan Partai Inovasi Jepang (JIP)—hanya memiliki mayoritas tipis di majelis rendah.

Hal ini menghambat agenda kebijakannya yang ambisius, termasuk pengeluaran fiskal “proaktif” dan peningkatan anggaran pertahanan.

“Jika LDP bisa mendapatkan mayoritas sendiri di majelis rendah, itu akan membantunya mengejar kebijakan tanpa konsesi kepada partai lain,” kata Profesor Sadafumi Kawato dari Universitas Tokyo.

Pemilu ini adalah kesempatan untuk mengamankan posisi yang lebih solid guna mengesahkan anggaran rekor 122,3 triliun yen dan kebijakan penanganan inflasi.

Tantangan dari Oposisi dan Isu Prioritas Rakyat

Namun, langkah Takaichi menuai kritik. Oposisi menilai pembubaran parlemen justru berisiko menunda pengesahan anggaran yang vital.

Jun Azumi dari Partai Demokrat Konstitusional (CDP) mengatakan langkah itu akan “mengorbankan mata pencaharian” rakyat.

Kekhawatiran serupa diungkapkan warga seperti Masaaki Tokuno (64), yang menegaskan, “melaksanakan kebijakan untuk mengatasi inflasi harus diutamakan, sebelum mengadakan pemilihan.”

Untuk meredam isu ini, LDP dikabarkan akan mengkampanyekan pemotongan pajak untuk pembelian bahan pokok.

Ketegangan dengan Tiongkok & Dukungan Domestik

Pemilu ini juga tak lepas dari dinamika geopolitik. Hubungan dengan Tiongkok memburuk setelah pernyataan Takaichi pada November 2025 soal kemungkinan intervensi militer Jepang jika Taiwan diserang.

Analis melihat, pemilu ini dapat menjadi alat Takaichi untuk memecah kebuntuan diplomasi dengan menunjukkan dukungan domestik yang kuat.

Share
Related Articles
MENKEU PURBAYA GERAM, 40 Perusahaan China Diduga Manipulasi KTP & Pajak
News

MENKEU PURBAYA GERAM! 40 Perusahaan China Diduga Manipulasi KTP & Pajak

IKNPOS.ID - Pemerintah bersiap mengambil tindakan keras terhadap puluhan perusahaan baja asal...

Kartel Narkoba Bantai 11 Warga Sipil
News

TRAGEDI LAPANGAN BOLA: Kartel Narkoba Bantai 11 Warga Sipil

IKNPOS.ID - Sebuah tragedi mengerikan mengguncang Negara Bagian Guanajuato, Meksiko, pada Minggu...

POLISI UNGKAP FAKTA BARU! Reza Arap Ada di TKP Saat Lula Lahfah Meninggal
News

POLISI UNGKAP FAKTA BARU! Reza Arap Ada di TKP Saat Lula Lahfah Meninggal

IKNPOS.ID - Kasus kematian selebgram Lula Lahfah di Apartemen Essense Darmawangsa, Jakarta...

Thomas Djiwandono.
News

Thomas Djiwandono Disepakati Komisi XI DPR sebagai Deputi Gubernur BI

Komisi XI DPR RI menyepakati Thomas AM Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank...