Home Sport Kalah dari West Ham, Masa Depan Thomas Frank di Tottenham Kian Suram
Sport

Kalah dari West Ham, Masa Depan Thomas Frank di Tottenham Kian Suram

Share
Thomas Frank (kanan), Image: @spursofficial / Instagram
Share

IKNPOS.ID – Kekalahan 1-2 Tottenham Hotspur dari West Ham United di kandang sendiri menjadi momen krusial bagi posisi Thomas Frank. Hasil ini tidak hanya berarti kehilangan poin, tetapi juga memicu luapan kekecewaan suporter yang selama ini menahan keraguan terhadap arah tim. Ketika gol penentu kemenangan West Ham tercipta pada masa tambahan waktu, stadion seolah berubah menjadi ruang pelampiasan frustrasi kolektif.

Nyanyian bernada tuntutan pemecatan sudah terdengar bahkan sebelum peluit akhir dibunyikan. Dalam sepak bola modern, reaksi seperti ini sering menandai titik ketika hubungan emosional antara pelatih dan publik mulai terputus. Tepuk tangan singkat Frank ke arah tribun yang mencemooh memperlihatkan sosok pelatih yang berada di bawah tekanan berat, baik secara profesional maupun psikologis.

Tekanan Publik dan Kesendirian Seorang Pelatih

Situasi yang dihadapi Thomas Frank menggambarkan fenomena umum dalam psikologi kepelatihan. Ketika hasil buruk berulang, pelatih kerap berada dalam posisi terisolasi, meskipun masih mendapat dukungan internal klub. Mantan striker Manchester United, Wayne Rooney, menggambarkan kondisi tersebut dengan empati. Ia menyebut bahwa berada di posisi seperti itu terasa sangat sepi, dan ketika suara suporter sudah bulat, biasanya masa jabatan pelatih tidak akan lama lagi.

Pernyataan tersebut mencerminkan realitas keras dunia sepak bola profesional, di mana opini publik sering kali menjadi faktor penentu, bahkan lebih cepat daripada evaluasi manajerial yang rasional dan jangka panjang.

Kritik Taktik dan Hilangnya Arah Permainan

Selain hasil akhir, gaya bermain Tottenham juga menjadi sasaran kritik. Pergerakan bola yang lambat, kurangnya urgensi saat tertinggal, serta minimnya variasi serangan memperkuat persepsi bahwa tim kehilangan arah. Alan Shearer menilai bahwa masalah Tottenham bukan semata soal usaha pemain. Menurutnya, ia tidak melihat rencana permainan yang jelas, bahkan beberapa pemain tampak kebingungan menjalankan peran mereka di lapangan.

Dalam kajian ilmu olahraga modern, kejelasan sistem dan identitas permainan terbukti berpengaruh besar terhadap stabilitas performa tim. Ketika pemain tidak memahami pola atau tujuan taktik secara konsisten, tingkat kesalahan meningkat dan kepercayaan diri menurun. Hal ini terlihat pada Tottenham, terutama dalam situasi tekanan tinggi seperti pertandingan derbi London.

Share
Related Articles
Sport

Persiapan Tampil di Piala Asia 2026, Timnas U-17 Akan Jalani Uji Coba Internasional

IKNPOS.ID - Tim nasional Indonesia U-17 akan melakoni agenda laga uji coba...

Sport

Musim Gemilang Rashford: Statistik Lebih Baik dari Dembele dan Vinicius Jr

IKNPOS.ID - Marcus Rashford tampil sebagai salah satu sorotan utama di Barcelona...

Babak play-off 16 besar Liga Champions: Madrid kembali jumpa Benfica (X/ChampionsLeague)
Sport

Babak play-off 16 Besar Liga Champions: Madrid Jumpa Benfica

iknpos.id - Real Madrid kembali berjumpa dengan Benfica pada babak play-off 16...

Gelandang Leon Goretzka akan meninggalkan Bayern Muenchen di akhir musim (X/FCBayern)
Sport

Goretzka Tinggalkan Bayern Muenchen di Akhir Musim

iknpos.id - Gelandang Leon Goretzka akan meninggalkan Bayern Muenchen di akhir musim....