IKNPOS.ID – Dugaan keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih juga terjadi. Kali ini kasus dugaan keracunan terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seperti dilaporkan Antara, pelajar yang mengalami keracunan makanan MBG tersebut bersekolah di SDN 1 Darmaji dan Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuslohin. Berdasarkan data sementara, jumlah korban sebanyak 38 orang baik pelajar SD maupun MI.
Peristiwa tersebut bermula ketika para korban mendapatkan makanan program MBG, dimana setelah mereka mengkonsumsi susu atau salah satu menu makanan tersebut mengalami gejala mual, pusing, perut mules.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB telah mengamankan sampel menu program MBG yang diduga menyebabkan puluhan pelajar di Desa Darmaji mengalami keracunan masal usai minum susu MBG tersebut.
“Sampel makanan (susu) telah kami amankan untuk dilakukan pengecekan atau uji lab,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi, Sabtu, 17 Januari 2025.
“Gejala itu terjadi setelah korban meminum susu MBG. Mereka di rawat di Puskesmas Muncang dan Pengadang,” katanya.
Selanjutnya para pelajar yang diduga mengalami keracunan langsung di bawah ke puskesmas terdekat untuk ditangani tim medis puskesmas.
Dari puluhan korban, di Puskesmas Muncang 12 orang rawat jalan 2 orang rawat inap. Sedangkan di Puskesmas Pengadang 24 orang jalan semua atau tidak ada yang rawat inap.
“Tidak ada korban jiwa, korban mengalami gejala mual, pusing, perut melilit,” katanya.
Tim Satgas MBG Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan mengatakan pihaknya bersama koordinasi wilayah program MBG dan dari Dinas Kesehatan telah turun melakukan penanganan terhadap para korban keracunan program MBG tersebut.
“Sampel makanan telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium. Korban telah pulang, hanya dua orang yang dirawat inap,” katanya.







