IKNPOS.ID – Vietnam kini sah menyandang gelar sebagai lokomotif ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini meroket hingga 8,02 persen. Angka yang mengungguli raksasa regional lainnya seperti Singapura dan Thailand.
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari transformasi besar-besaran menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Laporan dari Kamar Dagang dan Industri Thailand di Vietnam menyebutkan bahwa tren positif ini akan bertahan setidaknya hingga lima tahun ke depan.
Bahkan, para ahli memprediksi bahwa pada tahun 2029, skala ekonomi Vietnam akan mampu menyamai Thailand, memposisikannya sebagai kekuatan utama di daratan ASEAN.
“Vietnam telah mengukuhkan dirinya sebagai destinasi utama bagi modal global. Stabilitas dan visi jangka panjang mereka menjadikannya referensi baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan ini,” tulis laporan The Nation.
Menuju Status Negara Berpendapatan Tinggi
Pemerintah Vietnam tidak ingin berhenti di angka 8 persen. Untuk periode 2026–2030, Hanoi telah mematok target pertumbuhan PDB yang lebih agresif.
Yakni 10 persen per tahun. Ambisi besar ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang untuk mengubah Vietnam menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat juga terlihat jelas dari proyeksi PDB per kapita. Jika pada 2024 angkanya berada di kisaran USD5.000. Maka pada 2030 nilai tersebut ditaksir akan melesat hingga USD8.500.
sebuah lonjakan signifikan sebesar 60 persen dalam waktu singkat. Tak hanya soal uang, Vietnam juga berkomitmen pada isu lingkungan dengan target net zero emission pada tahun 2050.
Mengapa Investor Lebih Memilih Vietnam
Ada alasan kuat mengapa arus modal asing (FDI) lebih deras mengalir ke Vietnam dibandingkan negara-negara tetangganya.
Berikut keunggulan struktural yang membuat Vietnam unggul:
- Magnet Investasi (FDI): Pada 2024, Vietnam meraup investasi asing sebesar USD38 miliar, melampaui Thailand yang hanya mencatatkan USD32 miliar. Fokus investasi kini bergeser ke sektor high-tech dan Kecerdasan Buatan (AI).
- Efisiensi Biaya Operasional: Biaya produksi di Vietnam sangat kompetitif; upah tenaga kerja 20 persen lebih rendah dan tarif listrik 35 persen lebih murah daripada di Thailand.
- Bonus Demografi: Dengan populasi mencapai 106 juta jiwa, sekitar 70 persen di antaranya merupakan angkatan kerja muda yang produktif.
- Stabilitas Politik & Moneter: Kebijakan pemerintah yang konsisten memberikan rasa aman bagi investor jangka panjang, terutama dalam orientasi ekspor.
Di balik angka-angka pertumbuhan tersebut, terdapat kerja keras dalam pembenahan internal.
- Investasi asing di Vietnam vs Thailand
- negara dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN
- PDB Vietnam 2026
- peluang bisnis di Vietnam
- Pertumbuhan Ekonomi Vietnam
- strategi ekonomi hijau Vietnam
- Vietnam Jadi Raja Baru
- Vietnam Resmi Jadi Raja Baru Ekonomi ASEAN
- Vietnam Resmi Jadi Raja Baru Ekonomi ASEAN dengan Pertumbuhan 8%







