Home Pendidikan IATPI Gempur 2026! 44 Skema Sertifikasi Baru Resmi Meluncur, Operator Sampah Wajib Punya ‘SIM’
Pendidikan

IATPI Gempur 2026! 44 Skema Sertifikasi Baru Resmi Meluncur, Operator Sampah Wajib Punya ‘SIM’

Share
IATPI Gempur 2026! 44 Skema Sertifikasi Baru Resmi Meluncur, Operator Sampah Wajib Punya 'SIM'
Anggota Dewan Pakar IATPI Nofrizal Tahar (kiri), Ketua Umum IATPI Endra S Atmawidjaja (tengah), Bendahara Umum IATPI Essy Asiah (kanan) - Dok. Sigit FIN -
Share

IKNPOS.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia infrastruktur hijau! Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) resmi mengambil langkah agresif untuk tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, organisasi ini meledakkan jumlah skema sertifikasi profesi mereka dari hanya 18 menjadi 44 skema! Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa standar proyek lingkungan di Indonesia bakal naik kelas secara ekstrem.

IATPI Pastikan Proyek Lingkungan Bukan Sekadar ‘Wacana’

Ketua Umum IATPI, Endra Saleh Atmawidjaja, memberikan peringatan keras bagi para pengelola kota. Beliau menegaskan bahwa jaminan utama dari kualitas pembangunan adalah sertifikasi SDM. Jangan sampai pemerintah daerah hanya menjadi korban janji manis investor yang menawarkan teknologi tanpa kepastian keberlanjutan.

“Jangan sampai kota-kota kita ini hanya menerima proposal atau ada investor datang dengan teknologi yang kita enggak tahu. Ketika dipasang investasinya keluar tapi tidak sustain,” ujar Endra tegas dalam Rapat Pengurus IATPI di Jakarta, Kamis.

Strategi IATPI ini bertujuan mengamankan aset negara agar infrastruktur air minum, limbah, hingga persampahan benar-benar beroperasi dalam jangka panjang. Inilah solusi nyata untuk menghindari pemborosan anggaran akibat teknologi yang mangkrak.

Kabar Buruk Buat Operator Tanpa Sertifikat: Skema Non-Ahli Kini Jadi Kewajiban

Perubahan paling radikal tahun ini adalah fokus IATPI yang kini menyasar level pelaksana. Jika sebelumnya sertifikasi hanya untuk tenaga ahli, kini ada 26 skema baru yang khusus membidik pengawas dan operator lapangan. Bidangnya pun sangat luas, mencakup perpipaan, pengendalian pencemaran udara, hingga isu panas seperti perubahan iklim dan pengurangan emisi.

Bendahara IATPI, Essy Asiah, menambahkan bahwa pelaksana lapangan wajib tahu cara mengelola sampah yang benar. “Kenapa dia perlu bersertifikat? Karena dia harus tahu sebenarnya pengelolaan sampah yang benar itu seperti apa,” kata Essy. Artinya, ke depan, bekerja di sektor lingkungan tanpa sertifikat kompetensi memadai bakal semakin sulit.

Kolaborasi IATPI & Sucofindo: Amankan Teknologi dari Hulu ke Hilir

Demi memperkuat ekosistem persampahan, IATPI secara resmi menggandeng PT Sucofindo. Kerja sama strategis ini berfokus pada penguatan sertifikasi teknologi agar alat-alat pengolahan sampah yang masuk ke daerah benar-benar sesuai standar. IATPI ingin memastikan setiap teknologi yang terpasang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Share
Related Articles
Menteri Sekretaris Negara Pratikno
Pendidikan

Pemerintah Atur Penggunaan AI di Sekolah, Faktor Usia dan Kesiapan Anak Jadi Pertimbangan Utama

Pemerintah mulai menerapkan aturan terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan...

Pendidikan

Kuliah Gratis di IKN Dibuka! Otorita IKN Siapkan Beasiswa S1 untuk Warga Lokal

IKNPOS.ID - Kabar baik bagi masyarakat di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN)....

Kuliah Gratis 4 Tahun, Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara
Pendidikan

Kuliah Gratis 4 Tahun! Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan...

institut teknologi kalimantan
Pendidikan

10 Jurusan Sepi Peminat di Institut Teknologi Kalimantan, Bisa Jadi Strategi Lolos UTBK SNBT 2026

IKNPOS.ID - Persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur tes nasional...