IKNPOS.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia infrastruktur hijau! Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) resmi mengambil langkah agresif untuk tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, organisasi ini meledakkan jumlah skema sertifikasi profesi mereka dari hanya 18 menjadi 44 skema! Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa standar proyek lingkungan di Indonesia bakal naik kelas secara ekstrem.
IATPI Pastikan Proyek Lingkungan Bukan Sekadar ‘Wacana’
Ketua Umum IATPI, Endra Saleh Atmawidjaja, memberikan peringatan keras bagi para pengelola kota. Beliau menegaskan bahwa jaminan utama dari kualitas pembangunan adalah sertifikasi SDM. Jangan sampai pemerintah daerah hanya menjadi korban janji manis investor yang menawarkan teknologi tanpa kepastian keberlanjutan.
“Jangan sampai kota-kota kita ini hanya menerima proposal atau ada investor datang dengan teknologi yang kita enggak tahu. Ketika dipasang investasinya keluar tapi tidak sustain,” ujar Endra tegas dalam Rapat Pengurus IATPI di Jakarta, Kamis.
Strategi IATPI ini bertujuan mengamankan aset negara agar infrastruktur air minum, limbah, hingga persampahan benar-benar beroperasi dalam jangka panjang. Inilah solusi nyata untuk menghindari pemborosan anggaran akibat teknologi yang mangkrak.
Kabar Buruk Buat Operator Tanpa Sertifikat: Skema Non-Ahli Kini Jadi Kewajiban
Perubahan paling radikal tahun ini adalah fokus IATPI yang kini menyasar level pelaksana. Jika sebelumnya sertifikasi hanya untuk tenaga ahli, kini ada 26 skema baru yang khusus membidik pengawas dan operator lapangan. Bidangnya pun sangat luas, mencakup perpipaan, pengendalian pencemaran udara, hingga isu panas seperti perubahan iklim dan pengurangan emisi.
Bendahara IATPI, Essy Asiah, menambahkan bahwa pelaksana lapangan wajib tahu cara mengelola sampah yang benar. “Kenapa dia perlu bersertifikat? Karena dia harus tahu sebenarnya pengelolaan sampah yang benar itu seperti apa,” kata Essy. Artinya, ke depan, bekerja di sektor lingkungan tanpa sertifikat kompetensi memadai bakal semakin sulit.
Kolaborasi IATPI & Sucofindo: Amankan Teknologi dari Hulu ke Hilir
Demi memperkuat ekosistem persampahan, IATPI secara resmi menggandeng PT Sucofindo. Kerja sama strategis ini berfokus pada penguatan sertifikasi teknologi agar alat-alat pengolahan sampah yang masuk ke daerah benar-benar sesuai standar. IATPI ingin memastikan setiap teknologi yang terpasang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.






