IKNPOS.ID – Thomas Tuchel Ungkap Alasan Pemain Bintang Bisa Tersisih dari Skuad Inggris menjadi pernyataan yang menegaskan perubahan pendekatan dalam pembentukan tim nasional Inggris menjelang Piala Dunia. Dalam pandangan Tuchel, turnamen besar bukan ajang mengumpulkan pemain dengan reputasi tertinggi, melainkan proses membangun kelompok yang mampu bertahan secara mental, emosional, dan sosial selama kompetisi panjang.
Tuchel memandang skuad Piala Dunia sebagai sebuah komunitas tertutup. Para pemain akan menghabiskan waktu bersama hampir setiap hari, menghadapi tekanan yang sama, serta berbagi tanggung jawab kolektif atas hasil di lapangan. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan individu harus berjalan seiring dengan kemampuan beradaptasi di dalam kelompok.
Pendekatan ini menjelaskan mengapa pemain dengan status bintang tetap berpotensi tersisih. Bukan karena kualitas mereka merosot, tetapi karena kebutuhan tim menuntut keseimbangan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan teknis.
Keterampilan Sosial sebagai Kebutuhan Praktis Tim
Tuchel secara terbuka menyampaikan bahwa keterampilan sosial memiliki peran penting dalam seleksi pemain. Ia menilai bahwa suasana di dalam kamp dan ruang ganti sering kali menjadi pembeda antara tim yang gugur lebih awal dan tim yang mampu melaju jauh.
Menurut Tuchel, pemain harus memahami mengapa mereka berada di skuad, apa peran yang diemban, dan bagaimana bersikap ketika peran tersebut tidak selalu berada di pusat perhatian. Pemain yang mampu berkomunikasi dengan baik, mendukung rekan setim, serta menjaga suasana positif dinilai lebih berharga dalam konteks turnamen dibandingkan pemain yang hanya fokus pada kepentingan pribadi.
Dalam situasi turnamen besar, gesekan kecil bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak tertangani. Oleh karena itu, Tuchel menilai bahwa sikap dan kepribadian pemain menjadi pertimbangan penting sejak tahap seleksi awal.
Penerimaan Peran dan Kedewasaan Sikap
Alasan lain yang membuat pemain bintang bisa tersisih terletak pada kesiapan menerima peran yang tidak selalu dominan. Dalam satu skuad Piala Dunia, hanya sebagian pemain yang tampil sebagai starter. Sisanya harus siap mendukung dari bangku cadangan, menjaga stabilitas tim, dan tetap memberikan kontribusi saat kesempatan datang.
Tuchel menilai bahwa pemain yang mampu menerima situasi tersebut tanpa menciptakan ketegangan internal menunjukkan kedewasaan yang dibutuhkan di level internasional. Sebaliknya, pemain yang kesulitan menyesuaikan diri dengan peran pendukung berpotensi mengganggu keseimbangan tim, meskipun memiliki kualitas individu yang tinggi.
Pendekatan ini menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Setiap keputusan seleksi diarahkan untuk memastikan bahwa seluruh anggota skuad memiliki visi yang sama dan kesiapan mental untuk menjalani turnamen hingga akhir.







