IKNPOS.ID – Infrastruktur Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mendapat kritik tajam dari parlemen. Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke bandara terbesar di Indonesia tersebut pada Kamis 15 Januari 2026, guna mengevaluasi persoalan banjir dan kemacetan parah yang kerap melumpuhkan akses vital ini.
Penghambat Ekosistem Pariwisata
Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa kendala teknis seperti banjir tidak seharusnya terjadi di bandara sekelas Soekarno-Hatta. Menurutnya, kegagalan dalam mengatasi aksesibilitas dan konektivitas akan berdampak langsung pada citra pariwisata Indonesia yang saat ini sedang berjuang bersaing di tingkat ASEAN.
“Kendala-kendala yang tidak kunjung teratasi ini betul-betul berdampak negatif terhadap ekosistem kepariwisataan kita. Jika di bandara utama saja banjir dan macet terjadi, ini memberikan sinyal buruk bagi wisatawan mancanegara maupun pelaku bisnis,” ujar Lamhot dalam kunjungannya di Tangerang.
Lamhot membeberkan data bahwa pariwisata Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ia khawatir, gangguan operasional di pintu masuk utama negara akan semakin memperlebar jarak ketertinggalan tersebut.
Debat Titik Banjir: Bandara atau Ruas Tol?
Menanggapi cecaran DPR, Direktur Teknik InJourney Airport, Kristianto Eko Wibowo, memberikan klarifikasi mengenai titik genangan. Ia membantah kawasan inti bandara terendam banjir secara masif. Menurutnya, drainase bandara yang dibangun sejak era 80-an masih berfungsi mengalirkan air langsung ke laut.
“Kawasan Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya tidak kebanjiran, namun ruas jalan tol menuju bandara dan jalur Perimeter Utara yang terendam limpasan air,” jelas Kristianto.
Meskipun demikian, fakta di lapangan menunjukkan adanya gangguan nyata bagi penumpang. Pada insiden sebelumnya, air dilaporkan sempat merembes keluar di area pintu kedatangan internasional Terminal 3 akibat cuaca ekstrem. Kondisi ini bahkan memaksa beberapa penerbangan internasional, termasuk dari Dubai, mengalihkan pendaratan (transit) ke Singapura sebelum bisa mendarat di Jakarta.
- Bandara Soekarno-Hatta
- Banjir Jakarta
- Berita Tangerang
- dampak banjir bandara terhadap pariwisata ASEAN
- InJourney Airport
- jadwal perbaikan drainase Bandara Soekarno-Hatta
- klarifikasi InJourney Airport soal banjir Terminal 3
- Komisi VII DPR
- kunjungan spesifik DPR ke Bandara Soekarno-Hatta
- Pariwisata Indonesia
- penyebab banjir Tol Bandara Soetta hari ini
- Tol Sedyatmo







