IKNPOS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dalam rentang waktu cukup panjang, yakni mulai 10 Januari hingga 5 Februari 2026.
Pemicu utama potensi banjir rob ini adalah adanya fenomena fase Bulan Baru yang jatuh pada tanggal 19 Januari 2026. Kondisi astronomis tersebut berpotensi besar meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum di berbagai titik pesisir tanah air. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar zona merah potensi banjir rob meliputi pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga pesisir Kalimantan. Secara rinci, wilayah pesisir Jakarta diprediksi mengalami dampak pada 15-20 Januari dan 26 Januari – 3 Februari 2026. Sementara itu, pesisir Jawa Tengah diprediksi terdampak pada akhir Januari hingga awal Februari 2026.
BMKG menekankan bahwa banjir pesisir ini dapat mengganggu berbagai aktivitas vital masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Gangguan tersebut mencakup aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di pemukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga guna mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Pihak berwenang juga meminta warga untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim secara mandiri melalui kanal resmi BMKG guna meminimalisir risiko kerugian.
Berikut adalah beberapa wilayah utama yang diprediksi terdampak banjir rob berdasarkan data BMKG:
Pesisir Sumatera Utara: 19 – 23 Januari 2026.
Pesisir Kepulauan Riau: 16 – 28 Januari 2026.
Pesisir Banten: 12 – 21 Januari dan 26 – 31 Januari 2026.
Pesisir Jawa Timur: 18 – 20 Januari dan 25 – 31 Januari 2026.
Pesisir Kalimantan Barat: 15 – 23 Januari dan 30 – 31 Januari 2026.







