Home News Harga Pupuk Turun 20 Persen, Prabowo: Ini Sejarah Baru
News

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Prabowo: Ini Sejarah Baru

Share
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.
Share

IKNPOS.ID Presiden Prabowo Subianto menorehkan tonggak baru di sektor pertanian nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk berhasil ditekan hingga 20 persen, sebuah capaian yang dinilai memberi dampak langsung dan nyata bagi jutaan petani di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1), yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa kita, harga pupuk berhasil kita turunkan sampai 20 persen,” tegas Prabowo.

Reformasi Regulasi Jadi Kunci

Presiden mengungkapkan, penurunan harga pupuk bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari reformasi besar-besaran sistem regulasi dan distribusi pupuk yang selama ini berbelit dan tidak efisien.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama demi mewujudkan swasembada pangan. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah memangkas ratusan aturan yang dinilai justru membebani petani.

“Dulu ada 145 peraturan yang melibatkan 11 kementerian dan pemerintah daerah. Distribusi pupuk jadi panjang, mahal, dan tidak efisien,” ujarnya.

Pemerintah kemudian menyederhanakan seluruh mekanisme tersebut. Jika sebelumnya distribusi pupuk membutuhkan hingga 13 tanda tangan, kini cukup satu instruksi langsung. Petani pun tidak lagi direpotkan dengan berbagai persyaratan administratif.

“Sekarang pupuk langsung ke petani. Tidak perlu macam-macam, cukup kartu penduduk,” kata Prabowo.

Harga Turun, Distribusi Justru Naik

Meski harga pupuk ditekan signifikan, Presiden menegaskan pemerintah tetap menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat melaporkan potensi penurunan harga hingga 25 persen.

Namun, pemerintah memilih menahan sebagian penurunan tersebut agar pabrik pupuk tetap memperoleh margin keuntungan yang sehat.

Hasilnya, selain harga lebih terjangkau, volume penyaluran pupuk justru melonjak hingga 700 ribu ton, memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Dampak reformasi ini tak berhenti pada harga pupuk. Presiden mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani juga menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat naik dari 106 menjadi 125, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Penghasilan petani meningkat, cadangan beras kita tertinggi, produksi beras juga tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ungkap Prabowo.

Prabowo menegaskan, capaian tersebut merupakan buah dari sinergi kuat antar kementerian dan lembaga. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk percaya diri membangun kemandirian pangan dan ekonomi nasional.

“Kita harus yakin, bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya.

Share
Related Articles
News

Daftar Teknologi Pencegahan Banjir yang Perlu Diterapkan Kota-kota Besar

IKNPOS.ID - Banjir di kota besar bukan hanya soal curah hujan tinggi,...

News

Fenomena Langit Pink di West Midlands Terungkap

IKNPOS.ID - Fenomena langit pink yang mengejutkan warga West Midlands, Inggris, akhirnya...

News

AS Kenakan Tarif Perdagangan 25 Persen pada Negara Mitra Iran

IKNPOS.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif perdagangan sebesar...

WNI diculik bajak laut di Gabon
News

Breaking News! 4 WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut Bersenjata di Perairan Gabon

IKNPOS.ID - Kabar mengejutkan datang dari perairan Afrika Tengah setelah sejumlah Warga...