IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggenjot pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui hibah senilai Rp391,96 juta untuk Kampung Batu Majang, Kabupaten Mahakam Ulu, yang diproyeksikan menjadi desa wisata unggulan di wilayah perbatasan.
Dana hibah tersebut digelontorkan melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim guna melengkapi berbagai fasilitas penunjang pariwisata, sekaligus memperkuat daya tarik Batu Majang di mata wisatawan lokal, nusantara, hingga mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan Batu Majang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang khas dan autentik. Mulai dari Hutan Lindung Tana Ulen dengan flora dan fauna endemik, wisata susur Sungai Alan, sumber air asin alami, pemandian dan Air Terjun Sungai Murung, hingga wisata budaya yang didominasi oleh Suku Dayak Kenyah Batu Majang. Desa ini juga telah memiliki sembilan homestay untuk wisatawan.
“Melalui hibah ini, kami ingin melengkapi fasilitas pendukung agar kunjungan wisatawan terus meningkat, baik wisatawan lokal, nasional, maupun internasional,” ujar Ririn di Samarinda, Senin (12/1).
Hibah senilai Rp391,96 juta tersebut secara simbolis telah diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Mahakam Ulu pada 6–8 Januari 2026. Bantuan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Desa Wisata Kaltim 2026, yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan mendorong kemandirian desa.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan Josspol Kaltim, yang menempatkan potensi lokal sebagai motor penggerak pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ririn menjelaskan, hibah untuk Batu Majang dialokasikan ke dalam dua paket pekerjaan fisik utama yang difokuskan pada peningkatan fasilitas di Daya Tarik Wisata (DTW).
Paket pertama adalah pembangunan panggung kesenian dengan nilai kontrak Rp195,98 juta. Panggung berukuran 5,5 x 7,5 meter ini dirancang sebagai pusat kegiatan budaya, festival lokal, pertunjukan seni, hingga pertemuan warga, sekaligus menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi Dayak.
“Panggung kesenian ini diharapkan menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus memperkuat identitas lokal Batu Majang,” jelas Ririn.
Paket kedua berupa pembangunan dua unit toilet biotek dengan nilai kontrak yang sama, yakni Rp195,98 juta. Fasilitas ini menerapkan sistem pengolahan limbah berbasis bioteknologi yang ramah lingkungan, guna mencegah pencemaran air sungai.
Langkah ini dinilai penting mengingat pola permukiman warga Batu Majang berada di sepanjang bantaran Sungai Mahakam dan anak sungainya, sehingga aspek kebersihan dan keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama.
“Dengan fasilitas yang lebih memadai dan ramah lingkungan, kami optimistis Batu Majang mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan Kaltim,” pungkas Ririn.







