IKNPOS.ID – Peter Coates, seorang kakek berusia 62 tahun, meninggal dunia saat menunggu ambulans yang memutuskan untuk mengisi bahan bakar meski tangki masih hampir setengah penuh. Peter menderita penyakit paru obstruktif kronis (COPD) yang parah dan sangat bergantung pada tabung oksigen di rumahnya di Dormanstown, dekat Redcar, North Yorkshire. Ketika terjadi pemadaman listrik, pasokan oksigennya terhenti, memaksa Peter untuk menghubungi layanan darurat 999.
Inquest di Teesside Coroners’ Court mengungkapkan bahwa ambulans pertama yang dikirim tidak dapat keluar dari gerbang karena listrik padam, padahal jarak dari stasiun ke rumah Peter hanya memakan waktu sekitar satu menit 37 detik. Ambulans kedua diberikan izin untuk mengisi bahan bakar sebelum menuju rumah Peter, meski tangki masih memiliki 29 liter, setara hampir setengah kapasitas penuh.
Keputusan Refuel dan Dampaknya
Paramedis baru, Sharrona Golden, menegaskan bahwa pengisian bahan bakar dilakukan sesuai instruksi kontrol pusat. Instruksi ini menyebutkan untuk menghindari tangki di bawah setengah dan selalu meminta izin sebelum mengisi. Namun, ketentuan baru menyatakan pengisian sebaiknya dilakukan ketika tangki mencapai seperempat penuh, sehingga keputusan refuel ini menimbulkan keterlambatan yang tragis.
Julie Tait, rekan paramedis yang mengemudikan ambulans, menyatakan bahwa ia telah berusaha mengemudi secepat dan seefisien mungkin menuju rumah Peter begitu izin refuel diberikan. Tidak ada pembelian bahan bakar dilakukan di pom bensin, dan ambulans tetap menggunakan lampu darurat serta sirene.
Kesaksian Keluarga dan Trauma
Kellie Coates, putri Peter, menyampaikan bahwa ayahnya bisa bertahan antara 15 hingga 20 menit tanpa oksigen. Ia menekankan bahwa keterlambatan ambulans kemungkinan besar menjadi faktor yang menyebabkan kematian ayahnya. Dalam persidangan, Kellie menggambarkan bagaimana ayahnya mencoba bertahan hidup dengan tabung oksigen portabel sambil menunggu bantuan, namun akhirnya ditemukan meninggal 47 menit setelah menghubungi layanan darurat.
Dokter yang hadir dalam inquest menyatakan bahwa tidak dapat dipastikan apakah keterlambatan ambulans secara langsung menyebabkan kematian Peter, karena kemungkinan kematian juga bisa terjadi dalam beberapa menit setelah pemadaman listrik. Namun, trauma psikologis dan penderitaan yang dialami Peter selama menunggu jelas menjadi bagian dari kronologi tragedi.







