Home Tekno Pendiri Pi Network Dikabarkan ‘Menghilang’? Ini Skenario Terburuk dan Dampaknya ke Harga PI
Tekno

Pendiri Pi Network Dikabarkan ‘Menghilang’? Ini Skenario Terburuk dan Dampaknya ke Harga PI

Share
pendiri Pi Network menghilang
Isu pendiri Pi Network disebut menghilang ramai diperbincangkan.Foto:IST
Share

IKNPOS.ID – Isu mengenai keberadaan pendiri utama Pi Network kembali mencuat di komunitas kripto. Sebuah unggahan akun X, Cryptoleakvn, memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Dr. Nicolas Kokkalis, sosok utama di balik Pi Network, “menghilang” dari ruang publik. Spekulasi tersebut langsung memantik diskusi luas di kalangan Pioneers dan pengamat aset digital.

Dalam unggahannya, Cryptoleakvn menyoroti skenario hipotetis jika Kokkalis benar-benar tidak lagi aktif atau muncul ke publik. Meski demikian, akun tersebut menegaskan bahwa hingga awal 2026, tidak ada indikasi nyata bahwa sang pendiri telah benar-benar menghilang. Kokkalis disebut hanya menjaga profil publik yang rendah, sementara pengembangan proyek tetap berjalan.

Pi Network saat ini memiliki struktur yang dinilai cukup kuat. Proyek ini didukung Core Team yang solid, dengan Chengdiao Fan sebagai salah satu pendiri yang memimpin pengembangan produk. Selain itu, ratusan pengembang terlibat dalam ekosistem, dengan basis komunitas yang mencapai puluhan juta pengguna global.

Sejak peluncuran Open Mainnet pada Februari 2025, Pi Network mencatat sejumlah kemajuan signifikan. Token PI telah diperdagangkan di sejumlah bursa kripto dengan kisaran harga sekitar 0,21 dolar AS. Ekosistem Pi juga terus berkembang melalui kehadiran berbagai aplikasi terdesentralisasi, node aktif, serta jutaan pengguna yang telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).

Cryptoleakvn menilai, jika skenario terburuk benar-benar terjadi, Pi Network tidak akan langsung runtuh. Sebab, sebagian infrastruktur blockchain Pi bersifat terdesentralisasi, dengan sebagian kode yang bersifat open source. Selain itu, akun resmi Pi Core Team tetap aktif menyampaikan pembaruan rutin terkait pengembangan jaringan.

Namun, risiko tetap ada. Kehilangan figur sentral seperti pendiri utama berpotensi memicu penurunan kepercayaan pasar. Dampaknya, harga PI bisa mengalami tekanan signifikan dalam jangka pendek. Kondisi serupa pernah terjadi pada 2020, saat salah satu pendiri Pi Network keluar dari proyek, yang kala itu sempat memicu gejolak internal. Meski begitu, proyek tersebut tetap bertahan dan terus berkembang hingga kini.

Share
Related Articles
Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...

Nottingham Forest Menang Europa League
Tekno

Debut Manis Vitor Pereira: Nottingham Forest Hancurkan Fenerbahce di Turki

IKNPOS.ID – Vítor Pereira memberikan dampak instan pada pertandingan pertamanya sebagai nakhoda...