IKNPOS.ID – Sebuah operasi kemanusiaan berskala besar tengah berlangsung di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) menyusul insiden karamnya sebuah kapal wisata pada Jumat malam. Tim SAR gabungan kini memfokuskan pencarian pada sosok Fernando Martin, pelatih tim wanita Valencia CF, bersama tiga orang anaknya yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Pulau Padar.
Kapal wisata bernama KM Putri Sakinah tersebut awalnya mengangkut 11 orang, yang terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, empat kru kapal, dan seorang pemandu wisata lokal. Nahas, saat menempuh perjalanan dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar, kapal mengalami kegagalan mesin hingga akhirnya tenggelam diterjang gelombang tinggi.
Pengerahan Armada Penuh dan Dukungan Nelayan Lokal
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi tujuh orang korban dalam kondisi selamat. Di antara para penyintas tersebut adalah istri dan satu putri dari Fernando Martin. Namun, sang pelatih beserta tiga anak lainnya hingga kini belum ditemukan dan masih dalam status pencarian intensif.
“Kami terus menyisir area perairan utara Pulau Padar. Tim gabungan memiliki tekad kuat untuk menemukan para korban secepat mungkin,” tegas Fathur Rahman dalam keterangan resminya, Minggu 28 Desember 2025.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan berbagai alut (alat utama) laut, termasuk kapal penyelamat khusus, perahu karet cepat (RIB), serta armada dari Ditpolairud Polda NTT dan Lanal Labuan Bajo. Para nelayan setempat yang menguasai medan juga ikut membantu memantau pergerakan arus laut.
Radius Pencarian Diperluas di Tengah Cuaca Ekstrem
Tim SAR kini memusatkan perhatian pada radius 5 mil laut (sekitar 9 kilometer) dari titik tenggelamnya kapal. Petugas di lapangan sempat menemukan beberapa puing bangunan kapal, yang menjadi indikasi posisi terakhir kendaraan tersebut sebelum tersapu arus selat yang dikenal cukup kuat.
Namun, upaya penyelamatan ini tidaklah mudah. Petugas harus berhadapan dengan gelombang laut yang mencapai ketinggian 2,5 meter dan jarak pandang yang terbatas akibat cuaca buruk. Saat ini, para korban selamat telah berada di Labuan Bajo untuk menjalani perawatan medis dan pendampingan trauma pasca-insiden.




















