Home Borneo 338 Hektare Lahan Bekas Tambang di Kaltim Disulap Jadi Area Pertanian
Borneo

338 Hektare Lahan Bekas Tambang di Kaltim Disulap Jadi Area Pertanian

Share
Pejabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengapresiasi program 338 hektare lahan di kawasan pertambangan, yang direalisasikan untuk kegiatan pertanian dan penghijauan.

Program tersebut diinisiasi oleh Badan Pengelola Pangan untuk Penghijauan (BPPUP) Kaltim

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengingatkan, bahwa program tersebut harus memiliki laporan akuntabilitas dan transparan.

“Niatnya sudah bagus. Jangan sampai tidak ada laporannya,” kata Akmal kepada wartawan, dikutip dari Nomorsatukaltim, Senin 22 Juli 2024.

Akmal itu menekankan, bahwa pemerintah dan publik harus mengetahui data dan fakta yang dilakukan oleh BPPUP Kaltim.

“Seperti bagaimana perencanaan awalnya termasuk prosesnya seperti apa. Lalu bagian yang sudah dikelola kini menjadi apa, itu semua juga harus dilaporkan, ujarnya.

Akmal menyebut, proses itu sangat diperlukan agar menjaga nama baik BPPUP dan Biro Adbang Setprov Kaltim, selaku penanggungjawab keberadaan badan tersebut.

“Jadi nanti dapat diketahui bagaimana kinerja badan tersebut. Artinya, laporan yang disampaikan jangan hanya gambar-gambar biasa saja,” tegasnya.

Untuk itu, kata Akmal, sebanyak 336 hektare yang telah terealisasi, dari jumlah tersebut harus dilaporkan jika sudah sukses pelaksanaannya.

“Pengelolaan program ini sangat bagus. Apalagi dilaksanakan dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Kita dukung yang penting harus diperkuat juga membangun akuntabilitas,” pesannya.

Sementara itu Kepala Biro Adbang Setprov Kaltim Irhamsyah menyampaikan, badan pengelola ini terbentuk berdasarkan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Termasuk di lingkungan masyarakat di luar lahan eks tambang batu bara.

“Yang jelas, lahan itu di luar eks tambang. Makanya, setiap lahan ada jumlahnya 3 hingga 4 hektar. Jadi, dalam pengelolaan itu, didukung CSR perusahaan dan pemerintah,” pungkasnya.

Share
Related Articles
Borneo

Patroli Dialogis Ditingkatkan, Polisi Ajak Warga Penajam Jaga Kamtibmas

Patroli Dialogis Ditingkatkan, Polisi Ajak Warga Penajam Jaga Kamtibmas

Borneo

Peringatan Hari Otda ke-30, Pemkab PPU Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan dan Pembangunan

Pemkab PPU melakukan apel dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30...

Borneo

Penajam Paser Utara Tancap Gas Jadi Mitra Strategis IKN, Proyek Investasi Siap Tawar Bikin Investor Melirik

IKNPOS.ID - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin serius memposisikan diri sebagai...

Borneo

Otorita IKN Dorong Kolaborasi Industri Konstruksi lewat Business Matching

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri konstruksi...