IKNPOS.ID – Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sempat jadi magnet aktivitas nasional, khususnya di sektor pariwisata.
Tapi belakangan, pesonanya mulai meredup. Dampaknya? Sektor perhotelan di Balikpapan yang sebelumnya semarak, kini mulai sepi pengunjung.
Ketua PHRI Balikpapan, Sugianto mengatakan, geliat IKN sempat mengangkat okupansi hotel selama proses aktivitas masih berlangsung.
“Nah berkaitan IKN, memang beda dari tahun 2023-2024, di mana IKN betul-betul booming. Jadi hampir semua orang kalau ke Balikpapan mau cari hotel cukup susah, karena sering penuh,” kata Sugianto saat dikutip, Kamis 31 Juli 2025.
Namun situasinya kini berbeda, seiring melambatnya pembangunan IKN, jumlah tamu yang menginap ikut turun. Aktivitas nasional yang dulu rutin ke Balikpapan, kini tak seramai dulu.
“Nah saat ini memang sudah mulai kurang daya tarik itu. Tapi karena mendapat informasi bahwa IKN terus berlanjut walaupun pelan, semoga ini akan membuat dampak lebih baik untuk Balikpapan,” jelasnya.
Tak hanya karena pembangunan IKN yang melambat, larangan mengadakan rapat pemerintah di hotel juga memperparah kondisi.
“Jadi begitu pemerintah tidak membuat event, otomatis teman-teman berusaha menggaet sektor-sektor yang lain supaya mengadakan event-event di hotel,” tuturnya.
Meski sempat terseok terseok, kini sudah ada angin segar. Karena pemerintah resmi mencabut larangan tersebut, sehingga sudah mulai beraktivitas.
“Saat ini okupansi bisa mencapai 50 persen di Balikpapan. Mudah-mudahan Agustus sampai Desember bisa menyentuh angka 60 sampai 65 persen,” tutupnya.