Home Tekno Pi Coin Tembus $1 di 2025, Realistis atau Sekadar Mimpi Manis?
Tekno

Pi Coin Tembus $1 di 2025, Realistis atau Sekadar Mimpi Manis?

Share
Pi Coin v Cardano
Pi Coin v Cardano, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Coin kembali jadi bahan pembicaraan hangat. Kabar soal fitur pembelian langsung lewat Pi Wallet, lonjakan volume perdagangan, hingga aksi borong 331 juta token oleh satu wallet besar mendorong spekulasi bahwa nilai Pi bisa menyentuh $1 di akhir 2025. Tapi, apakah target ini sungguh masuk akal atau hanya euforia sesaat?

Bagi banyak pengguna Pi Network yang telah menambang selama bertahun-tahun, $1 terdengar seperti validasi nyata. Namun, di balik geliat optimisme, ada banyak pertanyaan kritis yang harus dijawab sebelum angka itu benar-benar terwujud.

Whale Borong 331 Juta Pi, Pertanda Bull Run?

Beberapa hari terakhir, aktivitas mencurigakan dari satu wallet yang menyerap lebih dari 331 juta token menggegerkan komunitas Pi. Aksi ini mengurangi pasokan di pasar informal dan membuat harga Pi sempat naik mendekati $0.50. Banyak pihak melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa ada pihak besar yang percaya penuh pada masa depan Pi.

Namun, dalam dunia kripto, kehadiran whale selalu menimbulkan dua kemungkinan: pertama, sebagai penarik harga jangka pendek. Kedua, sebagai pemicu dumping besar-besaran ketika harga mencapai target tertentu. Artinya, meskipun saat ini terlihat bullish, tidak ada jaminan bahwa whale tersebut tidak akan melepas Pi mereka saat harga mendekati $0.85 atau $1.

Para analis menyarankan agar investor ritel tidak langsung terbawa suasana. Mereka perlu melihat apakah whale tersebut benar-benar menyimpan Pi untuk jangka panjang, atau sekadar bermain cepat di momentum.

Fitur ‘Buy Pi’ di Wallet: Game Changer atau Gimmick?

Fitur baru yang memungkinkan pengguna membeli Pi Coin langsung dari Pi Wallet memakai kartu debit atau Apple Pay jelas mempermudah akses bagi pengguna umum. Tanpa perlu masuk ke exchange, siapa pun bisa langsung membeli Pi.

Secara teori, ini bisa menjadi pemicu adopsi besar, terutama di negara-negara dengan populasi besar dan akses terbatas ke kripto mainstream. Namun, pertanyaan penting muncul: berapa banyak pengguna yang benar-benar menggunakan fitur ini?

Jika jumlah pembeli aktif kecil, maka fitur ini hanya sekadar hiasan tanpa dampak fundamental. Terlebih lagi, hingga saat ini Pi Coin belum resmi tersedia di bursa besar mana pun. Artinya, transaksi yang terjadi masih berputar dalam sistem tertutup atau OTC yang tidak transparan.

Tanpa ekosistem perdagangan terbuka dan likuiditas yang memadai, fitur Buy Pi tidak cukup kuat untuk menjadi pendorong harga menuju $1.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...