Home Tekno Pasca Penurunan, Apa yang Dibutuhkan Pi Coin untuk Pemulihan?
Tekno

Pasca Penurunan, Apa yang Dibutuhkan Pi Coin untuk Pemulihan?

Share
Harga Pi Network terus melemah.
Harga Pi Network terus melemah.
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network terus melemah. Banyak pihak mengantisipasi skenario yang bergejolak ini. Banyak pula yang mengungkapkan rasa frustrasi atas kurangnya transparansi dari Tim Inti Pi.

Selain itu, kekhawatiran sentralisasi Pi Coin semakin membebani sentimen investor.

Di tengah situasi ini, seorang pakar pasar dan pedagang terkemuka mengungkapkan bagaimana mata uang kripto ini dapat mengalami pertumbuhan dalam waktu dekat.

Pakar tersebut juga mengungkap hubungan antara Pi Network dan Pi Coin.

Secara sederhana, pakar tersebut menyoroti bagaimana koin tersebut digunakan dalam jaringan.

Selain itu, ia juga tetap optimistis tentang perkembangan aset ini di masa mendatang.

Analis Menyoroti Katalisator Pertumbuhan Pi Network

Dalam postingan terbarunya di X, analis kripto Kim H Wong menyoroti tantangan dan peluang utama yang akan dihadapi Pi Network.

Wong mencatat bahwa Pi Coin memiliki infrastruktur yang solid dan basis pengguna yang besar.

Namun, ia mengatakan bahwa pemulihannya bergantung pada dua hal, yaitu adopsi massal dan pengembangan DApp.

Ia menekankan bahwa Pi Network sudah unggul dalam hal visi dan jangkauan.

Platform ini menawarkan ekosistem peer-to-peer di mana pengguna dapat memperdagangkan barang dan jasa menggunakan Pi Coin melalui ponsel.

Selain itu, platform ini memiliki lebih dari 65 juta pengguna di lebih dari 200 negara, menjadikannya salah satu komunitas kripto terbesar di dunia.

Sementara itu, Wong menambahkan bahwa ekosistem unik Pi mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan beroperasi dengan lingkungan domain .pi.

Ia menyebut hal ini sebagai sesuatu yang belum dilakukan oleh proyek kripto lain saat ini.

Dengan kata lain, ia yakin hal ini menempatkan Pi di posisi utama untuk memimpin adopsi Web3.

Namun, ia memperingatkan bahwa ekosistem tersebut masih kekurangan DApps praktis yang dapat digunakan setiap hari.

Untuk menjembatani kesenjangan ini, Wong menyebutkan Pi Venture Fund senilai $100 juta dan Pi App Studio.

Keduanya bertujuan untuk mempercepat pengembangan DApps menggunakan perangkat AI.

KYC dan Migrasi Koin Harus Dipercepat

Meskipun memiliki jutaan pengguna, Pi Network menghadapi hambatan yang signifikan.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...