Catatan Dahlan Iskan

Satu Zaenal

Share
Share
Oleh: Dahlan Iskan

Boleh kalah apa saja, jangan kalah dalam menjalankan kebenaran.

“Itu pesan ayah saya,” ujar penumpang pesawat yang duduk di sebelah saya, Senin pagi lalu.

Ternyata saya sudah mengenalnya. Lama. Tapi baru kali ini bertemu –secara kebetulan pula. Ia adalah pengacara. Aktivis sosial. Wakil ketua umum Ikatan Advokat Indonesia –Ikadin. Namanya: Zaenal Marzuki.

Saya pernah berbicara lewat telepon dengan Zaenal. Yakni ketika akan menulis kemelut gereja Bethany yang tak sudah-sudah itu. Alex adalah pendeta, pendiri, dan pemimpin besar Bethany: Pendeta Alex Abraham. Sangat legendaris.

Pendeta Alex tahu Zaenal adalah aktivis Islam. Dari Jember. Seorang sahabat merekomendasi agar Alex pakai Zaenal. “Saya sudah dibela banyak pengacara teman gereja sendiri. Hasilnya semakin buruk,” ujar Alex saat itu.

Alex, Anda masih ingat, menjadi tersangka empat kali. Pengadunya: anaknya sendiri –atau proxi anaknya. Sebelum itu pun Alex sudah menghadapi perkara-perkara perdata. Kalah pula.

Kali pertama menggunakan jasa Zaenal adalah ketika Pendeta Alex jadi tersangka pencurian perhiasan istrinya sendiri. Satu dari beberapa boks berliannyi hilang.

Padahal awalnya justru Pendeta Alex yang melapor ke polisi: istrinya kehilangan berlian satu boks.

Alex tidak mengadukan siapa-siapa. Hanya ingin agar polisi menemukan berlian yang hilang itu. Justru Alex yang jadi tersangka. Polisi berkesimpulan Alex sendirilah yang mencuri berlian satu boks itu.

Dugaan sementara, berlian itu disimpan di rumah Elke –sekretaris pribadi Alex. Polisi pun akan melakukan penggeledahan di rumah Elke.

Rumor yang dikembangkan di lingkungan Bethany, Elke punya hubungan khusus dengan Alex. Padahal Elke banyak membantu Alex karena istri Alex dalam keadaan sakit stroke. Memang terlihat, ke mana-mana Alex tua didampingi Elke.

Pengacara Zaenal-lah yang berhasil membebaskan Alex dari perkara ini. Tidak ada bukti Alex mencuri. Zaenal juga berhasil mencegah polisi menggeledah rumah Elke –karena tidak ada petunjuk awal Elke terlibat di pencurian berlian.

Share
Related Articles
Pulang Kotor
Catatan Dahlan Iskan

Pulang Kotor

Oleh: Dahlan Iskan Akhirnya saya bisa berlebaran bersama keluarga: berkat Lebarannya mundur...

Hari Kemenangan?
Catatan Dahlan Iskan

Hari Kemenangan?

Oleh: Dahlan Iskan Tidak hanya saya yang tidak bisa kumpul keluarga di...

Catatan Dahlan Iskan

Garam Listrik

Oleh: Dahlan Iskan https://youtu.be/6gtSTkIJcec Dari pabrik alat berat terbesar di dunia, saya...

XCMG Mlilir
Catatan Dahlan Iskan

XCMG Mlilir

Oleh: Dahlan Iskan Pabrik hebat yang saya kunjungi ini dulunya hanya pembuat...