Home Tekno ETH Sentuh Rp37 Juta: Apakah Saatnya Beli? Ini Perbandingan dengan BTC
Tekno

ETH Sentuh Rp37 Juta: Apakah Saatnya Beli? Ini Perbandingan dengan BTC

Share
Harga Ethereum (ETH) saat ini berada di sekitar Rp37.367.283, naik sekitar 6,41% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat menjanjikan, performa ETH masih belum sekuat Bitcoin (BTC) yang tetap mendominasi pasar kripto.
Share

IKNPOS.ID – Harga Ethereum (ETH) saat ini berada di sekitar Rp37.367.283, naik sekitar 6,41% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat menjanjikan, performa ETH masih belum sekuat Bitcoin (BTC) yang tetap mendominasi pasar kripto.

ETH menunjukkan bahwa salah satu potensi breakout adalah kemampuannya untuk melewati Moving Average Periode 50 pada grafik mingguan.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, seperti pada November 2024 dan Oktober 2023, Ethereum (ETH) mengalami rally signifikan setelah berhasil menembus rata-rata pergerakan ini. Berikut ini akan memberikan tanda-tanda ETH mengalami kenaikan.

Apa Saja Tanda-Tanda Ethereum Bisa Naik Lagi?

 

Uji Moving Average 50 Mingguan

Salah satu indikator teknikal penting adalah apakah harga ETH bisa menembus rata-rata pergerakan 50 minggu (Moving Average 50). Dalam sejarahnya, ETH pernah mengalami lonjakan besar setelah berhasil melewati garis ini, seperti yang terjadi pada Oktober 2023 dan November 2024.

Saat ini, ETH masih berada di bawah garis tersebut. Jadi, kalau harga ETH bisa ditutup mingguan di atas Moving Average 50, itu bisa menjadi sinyal kuat bahwa tren naik (bullish) sedang dimulai.

Penjual Mulai Kelelahan
Data juga menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap ETH mulai melemah. Indikator “konstan kelelahan penjual”—yang menghitung persentase pasokan yang masih untung dikalikan dengan volatilitas 30 hari—saat ini berada di titik terendah sejak akhir 2024.

Ini artinya, kemungkinan besar ETH sedang berada di dasar harga dan berpeluang rebound, karena tidak banyak lagi tekanan dari penjual.

ETH Masih Kalah dari BTC

Meskipun ada tanda-tanda pemulihan, Ethereum masih tertinggal dibanding Bitcoin. Rasio SOPR (Spent Output Profit Ratio) menunjukkan bahwa investor ETH masih mencatatkan lebih banyak kerugian dibanding investor BTC.

Bahkan setelah sedikit membaik di bulan April, data terbaru menunjukkan ETH belum mampu menunjukkan performa sekuat Bitcoin.

Apa Artinya Buat Investor?

Meskipun ada sinyal bahwa Ethereum bisa bangkit, pasar kripto sangat volatil dan tidak bisa diprediksi dengan pasti. Investor perlu bersikap hati-hati dan sebaiknya menunggu konfirmasi teknikal yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan membeli atau menambah posisi ETH.

Share
Related Articles
Tekno

Layak Ditunggu! Oppo A6s Akan Rilis di Indonesia, Punya Fitur Fotografi dalam Air

IKNPOS.ID - Oppo Indonesia akan meluncurkan Oppo A6s di Tanah Air pada...

Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...