Home Tekno Harga Pi Coin Ambruk! Ada Apa dengan Pi Network? Ini 3 Masalah Besar yang Terungkap!
Tekno

Harga Pi Coin Ambruk! Ada Apa dengan Pi Network? Ini 3 Masalah Besar yang Terungkap!

Share
Harga Pi Coin tertekan
Harga Pi Coin tertekan di bawah $0,60 meski kapitalisasi pasar mencapai $4 miliar.Foto: Coga
Share

IKNPOS.ID – Dalam beberapa pekan terakhir, harga Pi Network kembali menjadi sorotan tajam di kalangan investor dan pegiat kripto.

Aset digital yang pernah mencuri perhatian jutaan pengguna ini kini tengah mengalami tekanan besar.

Meskipun upaya seperti peluncuran Pi Ventures sudah dilakukan, nyatanya harga Pi Coin tetap tak kunjung membaik.

Per 28 Mei 2025, harga Pi Coin diperdagangkan di angka sekitar $0,7444, turun hampir 5 persen dalam seminggu terakhir.

Lebih mengejutkan lagi, nilainya sudah turun 16 persen dalam satu minggu, bahkan saat pasar kripto secara umum justru sedang menguat.

Para ahli menilai, ada tiga masalah besar yang menjadi akar dari penurunan nilai Pi Network ini. Ketiganya wajib segera dibenahi jika proyek ini ingin bertahan dan mengembalikan kepercayaan komunitasnya.

1. Sentralisasi yang Masih Menghantui

Salah satu alasan utama mengapa harga Pi Network hari ini terus turun adalah karena tingkat sentralisasi yang tinggi.

Banyak pihak menilai bahwa jaringan ini masih terlalu dikendalikan oleh tim inti dan Pi Foundation, tanpa mekanisme governance yang melibatkan komunitas.

Dalam laporan sebelumnya, tokoh kripto Dr. Altcoin bahkan menuduh tim inti Pi telah menyesatkan komunitas lewat pengumuman yang terlalu dilebih-lebihkan, tapi minim kemajuan nyata pada pengembangan mainnet.

Tidak seperti proyek kripto besar lain yang sudah mengadopsi model governance terdesentralisasi—di mana komunitas bisa ikut memilih arah pengembangan keputusan di Pi Network masih berada di tangan segelintir orang.

Lebih parah lagi, ribuan dompet yang terhubung ke Pi Foundation diketahui menguasai lebih dari $92,7 miliar token, memunculkan kekhawatiran akan potensi penjualan massal (dumping) jika terjadi pelanggaran keamanan atau konflik internal.

Hal ini tidak hanya menurunkan kepercayaan investor, tapi juga menjadi penghalang utama mengapa Binance, Coinbase, dan Upbit masih enggan untuk melisting Pi Coin.

Survei komunitas bahkan menunjukkan bahwa mayoritas pengguna berharap Binance akan menerima Pi, tapi harapan itu belum juga terwujud karena masalah sentralisasi tadi.

Solusinya? Jelas: desentralisasi penuh jaringan melalui ribuan node aktif di berbagai negara, serta melibatkan auditor independen agar pengelolaan proyek lebih transparan.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...