Home Tekno Binance CORET Pi Network dari Daftar Listing: Apa Alasannya?
Tekno

Binance CORET Pi Network dari Daftar Listing: Apa Alasannya?

Share
Ilustrasi komunitas Pi Network kecewa dengan keputusan Binance coret Pi Network dari daftar listing
Binance CORET Pi Network dari Daftar Listing--
Share

IKNPOS.ID – Binance mencoret Pi Network dari daftar listing. Keputusan Binance coret Pi Network menimbulkan kekecewaan di komunitas Pioneer Pi Network. Sebab, Pada 17 Februari 2025Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, mengadakan voting komunitas untuk menentukan aset kripto mana yang layak masuk ke platform mereka. Hasilnya, 86% suara mendukung listing Pi Network (PI).

Namun, meskipun dukungan komunitas sangat besar, Binance memutuskan untuk tidak memasukkan Pi Network dalam daftar listing terbaru mereka.

Hasil Voting Binance: 86% Dukung Pi Network

Voting yang diadakan Binance melibatkan lebih dari 300 ribu pengguna aktif. Hasilnya, 86% peserta memilih ‘Ya’ untuk mendukung listing Pi Network. Namun, Binance menegaskan bahwa hasil voting ini hanya bersifat referensi dan bukan faktor penentu utama dalam keputusan listing.

Keputusan Binance untuk tidak melisting Pi Network meski mendapat dukungan besar menimbulkan pertanyaan: Apa alasan di balik keputusan ini? Apakah ada masalah regulasi, teknis, atau faktor lain yang menjadi pertimbangan Binance?

Alasan Binance Tidak Listing Pi Network

Menurut laporan terbaru, ada beberapa alasan mengapa Binance memutuskan untuk tidak melisting Pi Network:

  1. Kriteria Teknis yang Tidak Terpenuhi:
    • Binance menggunakan sistem decentralized listing yang hanya menerima proyek yang berjalan di BNB Smart Chain (BSC).
    • Pi Network menggunakan blockchain sendiri, sehingga tidak memenuhi kriteria teknis Binance.
  2. Kebijakan Regulasi yang Ketat:
    • Binance dikenal memiliki standar tinggi dalam memilih proyek kripto untuk listing, termasuk aspek legalitas dan transparansi.
    • Pi Network mungkin masih dalam proses memenuhi persyaratan regulasi yang ditetapkan Binance.
  3. Voting Hanya Referensi:
    • Meskipun voting komunitas menunjukkan dukungan besar, Binance menegaskan bahwa hasil voting hanya sebagai referensi.
    • Keputusan akhir tetap berada di tangan tim internal Binance yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk risiko dan potensi adopsi.

Reaksi Komunitas Pi Network

Keputusan Binance ini menuai reaksi negatif dari komunitas Pi Network. Banyak pengguna merasa bahwa Binance tidak menghargai suara mayoritas dan mengabaikan potensi besar Pi Network. Beberapa aksi yang dilakukan komunitas antara lain:

  1. Review Negatif di Aplikasi Binance:
    • Banyak pengguna Pi Network memberikan review bintang satu di aplikasi Binance di Google Play Store dan Apple App Store.
    • Aksi ini bertujuan untuk menunjukkan kekecewaan dan mendorong Binance untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
  2. Tagar #ListPiOnBinanceNow:
    • Tagar ini semakin viral di platform media sosial seperti Twitter (X)Telegram, dan Reddit.
    • Ribuan pengguna menggunakan tagar ini untuk menuntut Binance segera listing Pi Network.
  3. Dukungan dari Influencer Kripto:
    • Beberapa influencer kripto turut menyuarakan dukungan mereka untuk Pi Network.
    • Mereka berpendapat bahwa Binance seharusnya lebih responsif terhadap suara komunitas.

Keputusan Binance Terhadap Harga Pi Coin

Meskipun gagal masuk listing Binance, harga Pi Coin (PI) tetap stabil. Saat ini, Pi Coin diperdagangkan di kisaran $1,16 dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $50,33 juta. Stabilitas harga ini menunjukkan bahwa komunitas Pi Network tetap percaya pada masa depan proyek ini, meskipun belum mendapat akses ke bursa utama seperti Binance.

Share
Related Articles
Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...