IKNPOS.ID – Pulau Miang, salah satu destinasi wisata di daerah serambi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kutai Timur (Kutim) kini mulai dibanjiri pengunjung.
Terlebih menjelang libur Natal 2024 dan Tahun 2025 (Nataru), kunjungan wisatawan meledak melebihi yang ditargetkan.
Pulau Miang merupakan pulau kecil dengan luas 3 kilometer persegi kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah penyangga IKN itu.
Pulau Miang terletak di Kecamatan Sangkulirang, Kutim, dikenal masyarakat seiring pembangunan yang masif di IKN.
Tidak hanya keindahan alam yang menakjubkan yang ditawarkan di Pulau Miang ini, melainkan sejarah yang membuat orang penasaran untuk mengenalnya.
Pulau Miang menyimpan jejak sejarah berupa sumur minyak peninggalan kolonial Belanda yang telah berusia hampir satu abad. Sumur ini menjadi saksi bisu perjalanan industri minyak bumi di Indonesia pada masa lampau.
Popularitas Pulau Miang terus meningkat, terutama dalam dua tahun terakhir, setidaknya bersamaan dengan pembangunan ibu kota negera di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).
Tingginya kunjungan wisata di Pulau Miang, membuat okupansi homestay selalu penuh. Bahkan tak bisa menampung lonjakan wisatawan yang ingin menginap.
Saat ini Pulau Miang hanya tersedia 8 homestay dan tujuh villa dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur.
Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta per malam, dengan kapasitas 5 hingga 20 orang.
Homestay-homestay di Pulau Miang memberikan fasilitas pelengkap seperti alat snorkeling, jaket pelampung, kano, hingga kapal untuk memancing.
Biaya penyeberangan reguler dari ibu kota Kecamatan Sangkulirang ke Pulau Miang hanya Rp15 ribu per orang.
Pulau Miang juga memiliki fasilitas penunjang seperti masjid, air tawar untuk kebutuhan mandi dan cuci, serta Puskesmas Pembantu untuk pelayanan kesehatan.
Dengan kombinasi wisata alam dan nilai sejarah, Pulau Miang menjadi destinasi yang ideal bagi wisatawan yang ingin melepas penat sekaligus mendalami sejarah lokal.