IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi Kota Balikpapan. Sebagai salah satu kota yang berfungsi sebagai pintu gerbang utama menuju IKN, Balikpapan merasakan lonjakan kunjungan dan aktivitas ekonomi, terutama di sektor perhotelan dan pariwisata.
Meskipun IKN sedang dibangun di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan, menjadi kota transit yang vital bagi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan ibu kota baru tersebut.
Peningkatan Kunjungan dan Sektor Perhotelan
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan, Ani Mufaidah, mengungkapkan bahwa pembangunan IKN telah memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh sektor perhotelan di Balikpapan. Aktivitas pembangunan yang masif dan meningkatnya kunjungan ke IKN membuat hotel-hotel di Balikpapan penuh.
“Hotel-hotel di Balikpapan hingga kemarin penuh. Banyak orang yang berkunjung ke IKN, tetapi menginapnya di Balikpapan,” jelas Ani, Rabu (4/12/2024).
Sektor perhotelan yang sebelumnya terdampak parah akibat pandemi Covid-19 kini mulai pulih, bahkan banyak hotel yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Lonjakan kunjungan yang pesat ini mendorong hotel-hotel membuka job fair untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan di Balikpapan tidak hanya mendapat manfaat dari kunjungan wisatawan, tetapi juga dari proyek pembangunan IKN yang semakin memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota transit dan pusat layanan untuk ibu kota baru.
Dukungan DPRD Balikpapan dalam Pengembangan Sektor Ekonomi
Dukungan terhadap pembangunan IKN dan pemanfaatan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh proyek ini juga datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.
Anggota DPRD Balikpapan, Suriani, menegaskan bahwa DPRD siap mendukung penuh langkah-langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengembangkan berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, pendidikan, pariwisata, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).