Dalam pengembangan layanan digital, BTN menggandeng MKP yang memiliki pengalaman membangun sistem teknologi bagi industri pariwisata. Kolaborasi keduanya diarahkan untuk mendukung pengembangan sistem pembayaran, pengelolaan transaksi, serta integrasi layanan perbankan pada ekosistem BTB dan Perumda Pasar Buleleng.
CEO & Co-Founder PT Mitra Kasih Perkasa Nicholas Anggada mengatakan, pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari pengalaman MKP dalam membangun sistem digital bagi aktivitas pariwisata, termasuk sistem manifest penumpang yang melayani lebih dari tiga juta penumpang setiap tahun secara nasional.
“Teknologi harus menyesuaikan diri dengan masyarakat, bukan sebaliknya. Karena bagi kami, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi menjadi mitra dalam menjawab kebutuhan setiap ekosistem. Bersama Desa Penglipuran, Perumda Pasar Argha Nayottama, dan BTB, MKP dengan bangga menjadi mitra strategis BTN dalam mendukung pelaku usaha, dan tetap menjaga nilai lokal agar seluruh ekosistem dapat tumbuh dan naik kelas bersama,” ujar Nicholas.
Melalui kerja sama tripartit dengan BTB dan MKP, BTN berpeluang memperluas layanan perbankan kepada pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam 9 asosiasi di Bali. Kolaborasi tersebut mencakup penjajakan digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA), pengembangan aplikasi digital bagi ekosistem koperasi BTB dengan layanan pembayaran dan promosi destinasi wisata.
Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat kualitas dan daya saing pariwisata Bali. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup hanya diukur dari peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Kita tidak bisa melihat hanya dari jumlah kunjungan lagi, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor perdagangan, BTN bersama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng dan MKP akan mengembangkan digitalisasi transaksi pasar rakyat, dimulai dari Pasar Banyuasri.