“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” terang Thomas.
Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja menyampaikan, bahwa Artajasa berkomitmen untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan digital yang cepat, efisien, resilien, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong transformasi digitalisasi Bank BTN serta seluruh anggota member di jaringan Artajasa.
“Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, andal, dan tepercaya. Melalui kolaborasi ini, Artajasa berkomitmen mendukung BTN dalam memperkuat kapabilitas sistem pembayaran agar mampu menjawab pertumbuhan transaksi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang terus berkembang. Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar menghubungkan sistem, melainkan membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri dan masyarakat Indonesia,” jelas Haryati.
Melalui nota kesepahaman tersebut, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah layanan, di antaranya pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller (billing provider), penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan cardless cash withdrawal, hingga eksplorasi pemanfaatan artificial intelligence dan pengelolaan data.
Thomas menilai, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapabilitas infrastruktur pembayaran BTN, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan baru yang lebih inovatif.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara bisnis bagi kedua perusahaan, tetapi juga menghasilkan sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan,” lanjut Thomas.