Catatan Dahlan Iskan

VVIP Selamanya?

Catatan Dahlan Iskan

Share
Share

Dari bandara ini saya diantar menuju mulut jalan tol terdekat. Yakni mulut darurat masuk jalan tol yang belum dioperasikan. Saya kembali melewati jembatan satwa yang melintang di atas jalan tol. Saya pelototi jembatan itu. Tidak ada urang utan yang lewat. Di jembatan satwa satunya lagi saya juga memicingkan mata. Tidak tampak. Mungkin karena saat saya lewat di situ tidak waktunya azan salat asar.

Di pertengahan jalan tol ini saya exit: ke jalan lama ke arah jalan tol jurusan Balikpapan-Samarinda.

Di jalan tol, kang Sahidin mengingatkan saya: waktunya live Persebaya. Ia tahu kalau sedang asyik menulis naskah untuk Disway saya lupa segala-galanya. Tepat menjelang magrib kami tiba di rumah istri. Ucapan sambutan untuk saya berupa laporan hasil pertandingan –mengira saya lupa nonton. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Istana Garuda

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan

Langit Sumur

Catatan Dahlan iskan

Sejak ditemukan istilah "new normal". Termasuk korupsi. Sudah dianggap new normal. Pun kriminalisasi. Bukan lagi tindakan abnormal
Catatan Dahlan Iskan

Orang Kuat

Catatan Dahlan Iskan

Buku Kriminalisasi
Catatan Dahlan Iskan

Buku Kriminalisasi

Oleh: Dahlan Iskan Soft launching buku Buku Kriminalisasi Kebijakan di Universitas Paramadina...