Kondisi tersebut akhirnya membuat pasar ponsel premium di awal tahun 2026 praktis dikuasai oleh Apple. Terlebih, pabrikan asal Cupertino ini juga terbukti berhasil menjaga momentum pertumbuhan mereka di pasar-pasar kunci.
Berdasarkan data Counterpoint, seri iPhone 17 mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga dua digit di wilayah China dan Amerika Serikat (AS). Bahkan di Korea Selatan, yang notabene merupakan ‘kandang’ Samsung, angka penjualannya meroket hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
iPhone 17 terus mengungguli pendahulunya berkat peningkatan kunci seperti memori dasar yang lebih besar, resolusi kamera, hingga refresh rate layar yang kini makin mendekati kemampuan varian Pro. Hal ini jelas memberikan daya tarik dan nilai yang lebih baik untuk cakupan pasar yang lebih luas.
Selain daya tarik model standar yang spesifikasinya makin mirip varian Pro, duo iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro juga tetap menjadi magnet bagi konsumen yang mengincar fitur tingkat lanjut.
Peningkatan pada sektor kamera, ketahanan baterai, serta penggunaan material dan warna baru yang lebih segar diyakini menjadi alasan utama konsumen rela merogoh kocek lebih dalam untuk meminang kasta tertinggi iPhone tersebut.