Dia menjelaskan, perjalanan BTN sendiri merupakan proses panjang yang penuh transformasi. Berawal dari Postspaarbank pada masa kolonial. BTN hadir dengan semangat membangun budaya menabung di tengah masyarakat Indonesia.
“Pada dasarnya, masa depan yang baik dibangun dari kebiasaan finansial yang sehat,” kata Rully.
Seiring berjalannya waktu, BTN kemudian dipercaya pemerintah menjadi tulang punggung pembiayaan perumahan nasional melalui KPR. Peran tersebut menjadikan BTN sebagai bagian penting dalam membantu masyarakat Indonesia mewujudkan impian memiliki hunian.
“Jika BTN selama ini dikenal sebagai bank yang membantu masyarakat mewujudkan rumah impian, maka Setneg adalah institusi yang membantu memastikan rumah besar bangsa Indonesia dapat terus berjalan dengan baik,” terang Rully.
Rully berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang. Tidak hanya dalam penyaluran tunjangan kinerja. Ttapi juga melalui optimalisasi berbagai potensi kerja sama lainnya di bidang transaksi, funding, layanan digital, hingga solusi perbankan terintegrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Sesmensetneg) Setya Utama mengatakan, perjanjian kerja sama (PKS) tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi BTN melalui Program BTN Solusi. Melalui kerja sama tersebut, BTN akan menyalurkan tunjangan pegawai, uang makan, uang lembur serta penyaluran jasa layanan perbankan lainnya di lingkungan Kemensetneg RI.