IKNpos.id – Kalimantan Timur kini punya cara baru untuk mengakselerasi kemajuan wilayah pinggirannya. Tidak lagi hanya mengandalkan birokrasi konvensional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengintegrasikan peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak transformasi desa. Langkah ini diambil untuk memastikan inovasi dari dunia akademik dapat langsung “mendarat” dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor, para intelektual muda ini diterjunkan bukan sekadar untuk observasi, melainkan menjadi mitra strategis perangkat desa. Fokus utamanya mencakup digitalisasi data desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pemetaan potensi wisata lokal yang selama ini tersembunyi.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah akan menggelar kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada 21–22 Mei 2026.
“Program ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers,” kata Ketua PWI Barito Utara Deni Hariadi di Muara Teweh, Jumat.
Pemerintah meyakini bahwa perspektif segar dan penguasaan teknologi yang dimiliki generasi Z adalah kunci untuk membedah kebuntuan pembangunan di level akar rumput.
“Desa adalah masa depan Kalimantan Timur. Dengan melibatkan energi dan kecerdasan mahasiswa, kita sedang membangun jembatan antara teori kampus dan realitas lapangan. Ini adalah sinergi ‘win-win solution’ untuk mencetak pemimpin masa depan sekaligus membangun kedaulatan desa,” tegas perwakilan Pemprov Kaltim dalam forum koordinasi pembangunan daerah.
Menurut dia, kegiatan OKK merupakan tahapan awal yang sangat penting bagi wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI. Selain itu, UKW menjadi syarat mutlak untuk mengukur kompetensi dan profesionalitas seorang wartawan.
UKW sendiri merupakan uji standar yang diselenggarakan oleh lembaga yang diakui oleh Dewan Pers, guna memastikan kemampuan wartawan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.