Ternyata, 13 tahun kemudian, kita masuk lubang yang sama.
“Kita tidak usah protes. Jalannya hidup bangsa kita memang harus begitu,” katanya. “Kita harus tetap berbuat sesuatu,” tambahnya.
Bahwa ia kini menciptakan desain di baterai itu karena sangat mungkin dicapai: pasar kita sangat besar. Sumber material kita, nikel, sangat besar. Kemampuan SDM kita juga besar. “Tiga-tiganya ada di negara kita,” katanya.
Dengan menciptakan ”rumah” baterai yang diintegrasikan dengan sistem pendinginnya Kang Dasep tidak perlu memikirkan jenis baterai yang mengisinya. Bisa lithium fosfat, bisa lithium nikel, bisa solid state, bisa sodium. Apa pun baterainya, pakai ”rumah” baterai Ahmadi. (Dahlan Iskan)