INILAH hak paten yang didapat Dasep Ahmadi di usia 60 tahunnya: ”rumah” baterai. Teknologi baru itu ia temukan di dua tahun terakhirnya di LP Cipinang. Ia rumuskan. Ia patenkan. Patennya internasional pula: berlaku di 90 negara.
Dokumen paten itu ia daftarkan di Swiss. Tebalnya 35 halaman –terbanyak berisi diagram dan desain.
Kang Dasep bisa menjawab semua pertanyaan ”penguji”. Dalam proses itu ia diminta memilih tim penguji: dari Asia, Amerika, atau Eropa. Kang Dasep pilih Eropa –karena mendaftarkan patennya di Swiss.
“Jadi, sudah tidak mau mikir mobil listrik lagi?” tanya saya.
“Saya sudah tua. Tidak mau lagi mikir industri. Juga sudah tidak punya modal. Semua sudah habis,” katanya.
Tapi sebagai orang yang sejak mahasiswa sudah menjuarai lomba robot tingkat nasional (Lihat Disway kemarin: Kang Dasep), Kang Dasep tidak bisa berhenti berpikir. Ketika mobil listrik akhirnya menjamur, ia memikirkan baterainya. Itu pun tidak mau di bidang industri baterai. Ia pilih mencarikan solusi untuk mengatasi hambatan di baterai selama ini.
Kang Dasep masih akan mendaftarkan satu hak paten lagi. Ia masih merahasiakannya. Kapasitas berpikirnya besar. Pengalaman industrinya dalam. Ia pernah di Astra selama enam tahun. Prestasinya di Astra membuatnya dikirim sekolah ke Jerman. Ke Stuttgart.
“Latar belakang Anda di mesin. Mengapa masuk ke desain baterai?”
“Saya tidak masuk ke bagian kimianya. Meski saya juga bisa. Saya masuk ke bagian baterai yang menggunakan prinsip-prinsip mesin,” katanya.
”Rumah” baterai yang ia patenkan itu harus mengutamakan presisi, kekuatan dan keamanan –termasuk keamanan dari kebakaran. Semua itu, katanya, prinsip dasar permesinan.
Berarti Kang Dasep masih memikirkan mobil listrik yang ia pernah melahirkannya. Hanya beda bidang. “Silakan semua orang bikin mobil listrik, saya membuat otaknya,” katanya.
Kang Dasep menunjukkan betapa rumit ”rumah” baterai itu sekarang ini. Ia menunjukkan desain baterai di mobil Tesla. Yang ia ciptakan jauh lebih sederhana dari itu tanpa mengurangi fungsi ”rumah” itu. Baik kekuatannya maupun keamanannya. Kang Dasep mengintegrasikan sistem pendingin baterai di ”rumah”-nya itu.