Selain itu, desain arsitektur juga telah disesuaikan dengan mengintegrasikan berbagai sarana pendukung seperti masjid, jalur pedestrian, serta fungsi amfiteater yang digabung sebagai tribun sarana olahraga.
Saat meninjau kesiapan pembangunan kawasan itu, Basuki menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan Polresta IKN harus berjalan dalam satu komando di bawah Otorita IKN.
“Saya sampaikan bahwa semua instruksi pembangunan Polresta IKN harus satu perintah, satu komando, yaitu dari Otorita IKN. Apapun perencanaannya harus dicek dulu, ditelusuri, kalau perlu dihitung ulang agar tidak ada kesalahan,” kata Basuki.
Melalui perencanaan yang komprehensif dan pelaksanaan yang terukur, katanya, OIKN ingin memastikan seluruh tahapan pembangunan di Kawasan Nusantara berjalan secara terarah, terintegrasi, dan selaras dengan perencanaan.
Otoritas terkait menegaskan bahwa pembangunan ini berjalan selaras dengan visi IKN sebagai kota yang aman, nyaman, dan berperadaban tinggi.
“Pembersihan lahan ini adalah fondasi awal bagi sistem keamanan kelas dunia di Ibu Kota Nusantara. Lahan seluas 3,24 hektare ini akan menjadi saksi berdirinya institusi kepolisian yang mengedepankan teknologi digital dan pelayanan inklusif. Kami memastikan setiap jengkal pembangunan di sini mengikuti standar lingkungan yang ketat demi menjaga ekosistem hutan tetap lestari,” ungkap perwakilan otoritas pembangunan infrastruktur IKN.
Proses konstruksi fisik diharapkan dapat segera menyusul setelah seluruh tahapan penyiapan lahan rampung 100 persen. Kehadiran Polresta IKN diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para investor dan masyarakat yang mulai bermigrasi ke wilayah ini.
Dengan pengamanan yang terencana sejak dini, IKN semakin mengukuhkan posisinya sebagai kiblat baru pembangunan kota global yang mengutamakan harmoni antara teknologi, keamanan, dan alam.