Home Borneo Pemprov Kaltim Pastikan 11.881 PPPK Tetap Bekerja, Tak Ada Rencana Dirumahkan
Borneo

Pemprov Kaltim Pastikan 11.881 PPPK Tetap Bekerja, Tak Ada Rencana Dirumahkan

Share
KIPI Maloy harus direvitalisasi
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud mengatakan, KIPI Maloy harus direvitalisasi.Foto: @pemprov_kaltim/IG
Share

Kontrak Bisa Dibatalkan Jika Melanggar Aturan

Meski menjamin keberlanjutan pekerjaan, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa perpanjangan kontrak PPPK tetap mengikuti aturan disiplin pegawai.

Kontrak kerja dapat dibatalkan apabila pegawai terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap aturan kepegawaian.

Selain itu, penghentian kontrak juga dapat terjadi secara otomatis apabila pegawai telah mencapai batas usia pensiun sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kata lain, jaminan keberlanjutan kerja tetap diiringi dengan tuntutan profesionalisme dan kinerja yang baik dari para PPPK.

Jumlah PPPK di Kaltim Lebih Banyak dari PNS

Saat ini, struktur sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemprov Kaltim menunjukkan fakta menarik.

Jumlah PPPK di daerah tersebut justru lebih besar dibandingkan pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut data BKD Kaltim, terdapat sekitar 11.881 PPPK, sementara jumlah PNS berada di kisaran 9.000 orang.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa PPPK kini menjadi tulang punggung utama dalam mendukung operasional pelayanan publik di daerah.

Didominasi Tenaga Guru dan Kesehatan

Jika dilihat dari komposisi jabatan, sebagian besar PPPK di Pemprov Kaltim berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan.

Banyak dari mereka merupakan:

  • Tenaga pendidik atau guru
  • Tenaga kesehatan seperti perawat dan tenaga medis
  • Tenaga teknis lainnya yang mendukung pelayanan publik

Keberadaan mereka sangat vital karena langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain memastikan keberlanjutan tenaga PPPK yang ada saat ini, pemerintah juga tengah mempercepat proses administrasi untuk kelompok PPPK tertentu.

Yuli menyebutkan bahwa fokus perpanjangan kontrak saat ini menyasar pada PPPK rekrutan tahun 2022.

Kelompok tersebut dijadwalkan akan mengakhiri masa kontraknya pada tahun depan.

Oleh karena itu, Pemprov Kaltim memilih mengajukan proses administrasi lebih awal kepada instansi pusat agar tidak terjadi kekosongan status kerja.

Langkah antisipatif ini dinilai penting agar para PPPK tetap memiliki kepastian hukum dalam menjalankan tugas mereka.

Kebijakan mempertahankan PPPK di Kalimantan Timur juga dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas aparatur pemerintah daerah.

Dengan jumlah yang cukup besar, keberadaan PPPK menjadi elemen penting dalam memastikan layanan publik tetap berjalan optimal.

Pemprov Kaltim berharap para PPPK dapat terus bekerja secara profesional dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Sementara itu, pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kebutuhan tenaga kerja di sektor pelayanan publik.

Share
Related Articles
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Ibu Kota Nusantara.
Borneo

Otorita IKN Gandeng Daerah Penyangga Kelola Sampah Jadi Energi

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat upaya pengelolaan lingkungan...

Borneo

Polsek Babulu Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Aksi Tanam Jagung Bersama Warga

Kepedulian terhadap ketahanan pangan kembali diperlihatkan oleh jajaran Polsek Babulu melalui kegiatan...

Borneo

Kisah Inspiratif Dewi Yuliani Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan bagi Kader PKK PPU

Ketua TP PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliani, menyampaikan pengalaman...

Anggaran Renovasi Rujab Gubernur Kaltim
Borneo

Pemprov Kaltim Buka Suara Soal Renovasi Rujab Rp25 Miliar: Bukan Hanya Satu Rumah

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan klarifikasi resmi menanggapi polemik anggaran...