Kemitraan ini dipandang sebagai solusi “win-win” di mana pedagang mendapatkan margin keuntungan yang pasti, sementara masyarakat mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Oleh karena itu, kami mengajak para pedagang dan masyarakat luas untuk bersinergi. Jadi mitra Bulog itu mudah, syaratnya tidak berbelit, dan yang terpenting, Anda membantu tetangga dan pelanggan Anda mendapatkan minyak goreng murah tanpa harus antre panjang di pasar murah,” tegas pimpinan Bulog Cabang Kotim.
Bagi masyarakat yang berminat, Bulog menyediakan akses pendaftaran yang transparan. Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan jaring pengaman pangan yang kuat di Kotim, terutama menjelang hari-hari besar di mana permintaan bahan pokok biasanya melonjak. Dengan bergabung menjadi mitra resmi, Anda tidak hanya berbisnis, tetapi juga menjadi pahlawan pangan bagi lingkungan sekitar dalam mewujudkan ekosistem ekonomi daerah yang mandiri.
Kendala Bulog Kotim dalam penyaluran Minyakita saat ini masih pada masalah kurangnya mitra.
Fuad menyampaikan, jumlah mitra Bulog Kotim saat ini hanya sekitar 60 orang, termasuk dengan Rumah Pangan Kita (RPK), untuk seluruh wilayah Kotim dan itupun 70 persennya di luar pasar.
Sebenarnya cukup banyak yang berminat menjadi mitra Bulog, terutama dalam pemasaran minyak goreng yang cukup laris. Namun, sayangnya banyak calon mitra yang kemudian mundur karena enggan melengkapi persyaratan yang ditetapkan oleh pusat.
“Mereka (pedagang) itu relatif tidak mau melengkapi persyaratan, karena ada persepsi di mereka kalau menyerahkan NPWP itu nanti akan didatangi petugas pajak dan lainnya, lalu omset jualan mereka dicek semua,” bebernya.
Adapun, persyaratan untuk menjadi mitra cukup sederhana, yakni melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia menambahkan, saat ini, stok minyak goreng di gudang Bulog Kotim tersedia sekitar 40.000 liter. Bulog juga menerapkan aturan ketat bagi mitra agar tidak bermain harga melalui penandatanganan Pakta Integritas dan survei pasar rutin.