Sinergi antara otoritas pendidikan dan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi transformasi pendidikan berbasis teknologi di Bumi Lambung Mangkurat.
Kolaborasi dengan Telkom ini adalah jaminan bahwa negara hadir di tengah hutan dan pegunungan Kalsel. Kami memastikan jalur SPMB tahun ini lebih inklusif, di mana kecepatan internet di pelosok kini setara dengan yang ada di pusat kota,” tegas perwakilan Disdikbud Kalsel dalam pemantauan infrastruktur digital.
Selain mendukung kelancaran SPMB, penguatan jaringan ini juga diproyeksikan untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh dan akses literasi digital bagi guru di daerah pedalaman.
Kemudian membentuk tim pengawasan untuk memastikan kelancaran proses, termasuk mengantisipasi kesamaan nilai antar peserta yang masih dalam kuota, serta koordinasi dengan sekolah swasta, SMK, pondok pesantren, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendapatkan data akurat sebaran calon siswa.
“Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk menyinkronkan jadwal pendaftaran di pondok pesantren,” ujar Dedi.
Pelaksanaan SPMB 2026 di Kalsel dimulai dengan pendaftaran pada 22–24 Juni, rapat koordinasi pada 25 Juni, dan pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni 2026.
Telkom berkomitmen memberikan dukungan teknis selama 24 jam penuh selama masa seleksi berlangsung untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul. Dengan infrastruktur yang semakin kokoh, Kalimantan Selatan siap mencetak generasi emas yang melek teknologi dan siap bersaing di kancah nasional.