IKNPOS.ID – Pasar Segar Sepaku di kawasan Ibu Kota Nusantara sebenarnya sudah resmi beroperasi sejak akhir Maret 2026. Namun di balik fasilitas modern dan penataan yang rapi, ada satu persoalan mendasar yang mulai terlihat: masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan pasar ini.
Kondisi ini menciptakan kontras yang cukup tajam. Di satu sisi, infrastruktur sudah siap dan pedagang mulai berjualan. Di sisi lain, arus pengunjung belum sepenuhnya terbentuk karena minimnya informasi yang sampai ke publik.
Pasar Modern yang Belum Sepenuhnya Tersentuh Informasi
Pasar Segar Sepaku dibangun dengan konsep modern di atas lahan seluas 5.880 meter persegi. Dua bangunan utama dengan dua lantai masing-masing telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area parkir, toilet, mushola, hingga sistem keamanan CCTV 24 jam.
Secara fisik, pasar ini sudah jauh melampaui standar pasar tradisional pada umumnya. Kebersihan dijaga setiap hari, penataan kios tertib, dan jenis dagangan sangat beragam.
Namun, kesiapan infrastruktur tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penyebaran informasi yang merata kepada masyarakat.
Seorang pedagang jasa servis telepon seluler, Arif, mengungkapkan hal yang cukup menggambarkan kondisi saat ini. Ia menilai tidak ada kendala berarti dalam operasional pasar, tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui keberadaan pasar tersebut.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa tantangan utama bukan lagi pembangunan, melainkan komunikasi.
Pedagang Sudah Siap, Pengunjung Belum Ramai
Sejak dibuka untuk operasional, lebih dari 100 pedagang telah menempati kios dan los yang tersedia. Mereka datang dengan harapan besar untuk mendapatkan peluang ekonomi baru di kawasan IKN.
Berbagai jenis usaha sudah berjalan, mulai dari kebutuhan pokok seperti ikan, daging, dan sayur, hingga produk non-pangan seperti pakaian, elektronik, aksesoris, dan layanan servis.
Meski demikian, jumlah pengunjung belum sebanding dengan kesiapan para pedagang. Aktivitas jual beli memang sudah mulai terlihat, tetapi belum mencapai tingkat yang diharapkan.
Burhan, pedagang konter telepon seluler, mengakui bahwa kondisi pasar sangat baik dari sisi fasilitas. Namun ia berharap jumlah pengunjung bisa segera meningkat agar aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih optimal.
Harapan ini mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pedagang di pasar baru tersebut.