Aspirasi ini menunjukkan bahwa ekosistem IKN sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal, bukan hanya para pendatang atau pekerja konstruksi.
Keberhasilan Padi Gogo membuktikan lahan di sekitar Nusantara memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan sains yang tepat.
Sinergi antara pemerintah, akademisi (IPB), dan pelaku usaha seperti Pupuk Kaltim menjadi fondasi kuat bagi penguatan ekosistem kawasan.
Langkah ke depan, Otorita IKN berencana merumuskan regulasi yang lebih spesifik untuk melindungi lahan-lahan pertanian di wilayah delineasi agar tidak tergerus arus urbanisasi. Visi
“Kota Hutan” yang diusung IKN mengharuskan sektor pertanian tumbuh selaras dengan alam, memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga asli tanpa merusak tanah.