Home News Modal Jualan Bengkak Gara-gara Plastik Mahal, Pedagang Tenggarong: Kami Mau Makan Apa?
News

Modal Jualan Bengkak Gara-gara Plastik Mahal, Pedagang Tenggarong: Kami Mau Makan Apa?

harga plastik membengkak

Share
Harga Plastik di Tenggarong Meledak
Harga Plastik di Tenggarong Meledak
Share

Hingga berita ini dirilis, para pedagang berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk menyelidiki penyebab lonjakan harga yang tidak wajar tersebut.

Selain itu, momentum ini juga mulai dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mendorong penggunaan kantong belanja ramah lingkungan sebagai alternatif, meskipun biaya pengadaan tas kain masih dinilai terlalu tinggi bagi pedagang kecil dan konsumen kelas bawah di Tenggarong.

Selain itu, beberapa merek juga mengalami lonjakan harga signifikan. Plastik merek Kitkat misalnya, naik dari Rp14 ribu menjadi Rp20 ribu per pack, dan dalam bentuk ikatan (lima pack) melonjak dari Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu. Merek Idola warna hijau juga naik dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per pack.

Tak hanya kantong plastik, kenaikan juga terjadi pada produk lain seperti gelas plastik. Gelas merek Mahkota isi 50 pcs kini dijual Rp14 ribu dari sebelumnya hanya sekitar Rp12 ribu.

“Lonjakannya lumayan sih,” tambah Tati.

Untuk ukuran plastik kecil yang paling banyak diminati, yakni ukuran 15, harga juga ikut naik. Plastik tipis dari Rp6.000 menjadi Rp7.500, sementara ukuran tanggung dari Rp8.000 naik menjadi Rp12.000.

Meski demikian, permintaan dari pembeli masih relatif stabil, walaupun ada sedikit penurunan. “Berkurang sih ada, tapi kan kebutuhan. Mau enggak mau tetap beli,” katanya.

Tati menyebut kenaikan ini sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Ia juga mengaku belum mengetahui pasti penyebabnya, namun dirinya hanya mendengar isu bahwa faktor global turut mempengaruhi harga bahan baku plastik.

“Kita lihat di berita-berita itu karena perang Iran-Amerika,” tuturnya.

Dampak kenaikan ini ternyata turut dirasakan pelaku usaha makanan di Tenggarong. Tarni, pemilik warung soto Lamongan di kawasan Timbau, pun mengaku bahwa pengeluaran operasionalnya meningkat akibat harga plastik yang melonjak.

“Pendapatannya jadi berkurang, istilahnya tambah mahal,” jelasnya.

Wanita berusia 47 tahun ini mencontohkan, plastik kecil yang biasa dibeli seharga Rp11 ribu kini naik menjadi Rp16 ribu hingga Rp18 ribu. Kenaikan ini membuat keuntungan usaha semakin tipis karena harga jual makanan tidak dinaikkan.

Share
Related Articles
News

Sat Polairud PPU Maksimalkan Strong Point untuk Keamanan Laut dan Perlindungan Masyarakat Pesisir

Sat Polairud Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus mengoptimalkan strong point sebagai...

News

PPU Mantap Raih Predikat Kabupaten Layak Anak: RAD 2025-2029 Jadi Kunci!

(Pemkab PPU) melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) mengadakan rapat Gugus...