Teknik lain: mengulangi bacaan yang sama sampai 40 kali. Sampai bibir seolah reflek ketika mengulanginya. Tentu, katanya, harus mengerti makna yang dihafalkannya itu. Lalu diresapi. Sampai membuat air mata berlinang. Ia sendiri sering mengalaminya.
Dasep lahir di desa Cik Mas, Sukabumi paling selatan. Dekat pantai. Pelosok sekali. Ibunya guru madrasah. Ayahnya: kepala sekolah merangkap pedagang.
Desa itu disebut Cik Mas karena sungainya mengandung pasir emas. Banyak penduduk desa mencari emas di sungai. Itulah sungai yang di hulunya sana disebut Cikotok –tambang emas di Jabar.
Di ”dalam”, Kang Dasep dipanggil ustad. Ia sering jadi imam salat. Juga menjadi pengajar tafsir.
Saya tidak tahu bagaimana ia menafsirkan ketika Senin itu ia saya ajak naik mobil listrik BYD ke studio podcast IDN Times di Menara Global Jakarta. (Dahlan Iskan)