“Balikpapan memiliki kesiapan infrastruktur, ekosistem usaha, dan posisi geografis yang sangat mendukung perkembangan ekonomi regional,” ujarnya.
Meski demikian, Putri mengingatkan masuknya investasi dalam skala besar, harus diikuti dengan keterlibatan nyata pengusaha lokal agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati pihak luar.
Pengusaha diminta untuk bertransformasi dari sekadar pengamat menjadi eksekutor peluang investasi di berbagai sektor, mulai dari hilirisasi industri hingga ekonomi kreatif.
Kadin meyakini bahwa sinergi yang kuat antara pengusaha lokal dan investor luar akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan tahan terhadap guncangan ekonomi global.
“Kaltim sedang berada di titik balik sejarah ekonomi. Kita tidak boleh membiarkan peluang investasi lewat begitu saja. Pengusaha lokal harus berani muncul di depan, memfasilitasi percepatan, dan menjadi mitra strategis yang andal. Jika pengusaha kita diam, maka kita hanya akan menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas pimpinan Kadin Kaltim dalam forum koordinasi bisnis.
Selain mengajak percepatan, Kadin juga berkomitmen untuk menjembatani hambatan-hambatan teknis yang selama ini dikeluhkan pelaku usaha.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan iklim investasi di Kalimantan Timur menjadi semakin kompetitif, ramah terhadap inovasi, dan yang terpenting, mampu menciptakan lapangan kerja masif bagi masyarakat lokal.