“Momentum Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk memperkuat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat hubungan kita sebagai bagian dari masyarakat majemuk,” ujarnya.
H. Muh. Saleh menegaskan bahwa kehadiran para tokoh lintas agama menjadi bukti nyata terjaganya kerukunan umat beragama di Kalimantan Utara. Menurutnya, kerukunan itu merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat bersama.
“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Ia harus diupayakan melalui dialog, saling pengertian, dan komitmen menjaga persatuan. Tokoh agama memiliki peran strategis sebagai penyejuk dan pemersatu umat,” tambahnya.