iknpos.id – Kabar pilu datang dari garda terdepan pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara (Kukar).
Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang tergabung dalam BKKD dilaporkan tengah mengalami kesulitan finansial yang hebat akibat hak gaji mereka yang belum dibayarkan selama empat bulan terakhir.
Ironisnya, di tengah tuntutan kerja yang tinggi untuk menjaga kesehatan masyarakat, para “pahlawan kemanusiaan” ini justru harus berjuang ekstra keras hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Keterlambatan upah yang berkepanjangan ini memicu gelombang keresahan di kalangan pegawai. Banyak dari mereka mulai mengeluhkan beban cicilan yang menumpuk hingga kesulitan biaya transportasi untuk tetap berangkat bertugas ke pusat-pusat kesehatan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah, dikhawatirkan akan terjadi penurunan motivasi kerja yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan medis di wilayah Kukar.
Gaji tenaga kesehatan (nakes) yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa (BKKD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum dibayarkan selama empat bulan, sejak Januari hingga April 2026..
Salah satu nakes BKKD di Kukar yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa kondisi ini membuat para nakes kesulitan, bahkan menjelang Hari Raya Idulfitri dua pekan yang lalu.
“Sedangkan kami boro-boro Lebaran, kami nakes BKKD wilayah Kukar ini, dari Januari sampai April belum juga menerima hak kami, yaitu gaji,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Para nakes berharap pemerintah tidak hanya memberikan apresiasi dalam bentuk kata-kata, tetapi membuktikan kepedulian melalui realisasi hak finansial yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.
Gaji yang belum dibayarkan tersebut semakin memberatkan kondisi para nakes BKKD Kukar. Pasalnya selama ini kata perempuan berusia 25 tahun itu, mereka hanya mengandalkan gaji pokok dengan besaran sekitar Rp2.984.500 per bulan setara lulusan D3.
“Kami sudah bekerja sepenuh hati, bahkan di waktu-waktu tersulit bagi masyarakat. Namun, empat bulan tanpa gaji adalah ujian yang sangat berat bagi kami dan keluarga. Kami hanya meminta hak kami dibayarkan agar kami bisa fokus kembali melayani warga tanpa dihantui rasa lapar dan utang,” ujar salah satu perwakilan nakes BKKD Kukar dengan nada getir.