“Sebelum pengaspalan ulang, dilakukan test pit terlebih dahulu,” ujar General Manager (GM) Bandara Internasional SAMS Sepinggan R Iwan W Mandar ketika memberikan keterangan menyangkut pengerjaan pengaspalan ulang landasan pacu di Balikpapan, Jumat.
Pengujian tanah secara langsung dengan dengan cara membuat lubang galian terbuka (test pit) pada area landasan pacu, lanjut dia, diperlukan untuk memeriksa kondisi struktur landasan pacu sebelum pengaspalan ulang dilakukan.
“Juga merupakan pemenuhan syarat keselamatan dan kenyamanan penerbangan,” tambahnya.
Pekerjaan test pit dilakukan dengan membuka sebagian kecil permukaan aspal atau beton landasan pacu untuk melihat kondisi lapisan di bawahnya, untuk menentukan metode dan ketebalan aspal baru yang akan digunakan saat pengaspalan ulang.
Bandara Internasional SAMS Sepinggan mengatur ulang operasional penerbangan pada 9, 11 dan 13 April 2026, untuk mendukung pekerjaan test pit sebagai tahap awal pengaspalan ulang landasan pacu tersebut.
Pada tiga hari tersebut runway ditutup untuk operasi penerbangan mulai pukul 14.00 hingga pukul 05.00 Wita keesokan harinya, jelas dia, di luar tanggal itu, operasional bandara berjalan normal seperti biasa.
Diperlukan pengaturan ulang jadwal penerbangan, timpal dia lagi, terutama untuk alasan keamanan dan kelancaran operasional penerbangan maupun pekerjaan test pit.
Jadwal disampaikan kepada maskapai berkepentingan sejak 9 Maret 2026, lanjut dia, serta telah diterbitkan NOTAM sebagai pemberitahuan resmi.
NOTAM adalah pemberitahuan resmi penerbangan yang dikeluarkan otoritas bandara untuk menginformasikan kondisi, pembatasan, atau perubahan operasional yang perlu diketahui pilot dan maskapai.
Sebagai langkah antisipasi, Bandara Internasional SAMS Sepinggan Kota Balikpapan mengajukan kepada Otorita Bandara Wilayah VII agar Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Kota Samarinda dapat digunakan sebagai bandara alternatif selama pembatasan jam operasional berlangsung.
Koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap jadwal penerbangan, maskapai diminta menyesuaikan rencana operasi pada tanggal-tanggal tersebut agar tidak terjadi gangguan layanan.