“Perusahaan terafiliasi dengan Rudy Mas’ud dan Hasanuddin Mas’ud ada 7 perusahaan di Kaltim,” kata netizen yang jadi sumber Niaga.Asia.
Ketujuh perusahaan itu adalah PT. Barokah Bersaudara Perkasa; PT. Barokah Gemilang Perkasa; PT. Istana Gemilang Perkasa di Tanjung Batu, Kabupaten Berau.
Selanjutnya PT. Mashud Bersaudara Internasional yang bergerak di bidang usaha penyimpaan gas (SPBE) berkapasitas sekitar 1.000 MT di Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartangera.
“Kemudian ada PT Barokah Agro Perkasa, kemungkinan kebunnya di Kalimantan Utara,” sambungnya.
PT. Cakra Buanamas Utama, bergerak di usaha tanki timbun (penyimpanan) minyak dengan kapasitas 8.000 kiloliter, di Jalan Poros Samburakat, Kabupaten Berau. Terakhir, PT. Eissu Prima Usaha.
PT HBL yang bergerak di bidang transportasi jasa angkutan, berdiri pada 2011. PT HBL satu grup usaha dengan PT Samudera Karya Energi (SKE), PT Barokah Bersama Perkasa (BPP), PT Sinar Pasifik (SP) dan PT Nurfaidah Jaya Angkasa (NJA) dengan komisarisnya Nurfaidah yang merupakan istri Hasanuddin Masud.
“Internet tidak pernah lupa. Ketika isu kredit macet ini kembali muncul ke permukaan, publik berhak mendapatkan jawaban yang jujur. Transparansi perbankan daerah adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan nasabah di Kalimantan Timur,” tulis salah satu akun pengamat kebijakan publik yang viral di media sosial.
Meskipun isu ini merupakan kabar yang berulang, momentum kembalinya diskusi ini di media sosial menunjukkan tingkat kesadaran kritis masyarakat yang semakin tinggi terhadap integritas para pemimpin dan pengusaha di daerah. Pihak Bankaltimtara maupun pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi faktual guna meredam spekulasi yang kian melebar di tengah masyarakat.