Sinergi antara pemerintah daerah dan PWRI diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, di mana para senior tetap memiliki ruang untuk berkreasi dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Kita ingin mengubah paradigma bahwa pensiun berarti berhenti berkarya. PWRI harus menjadi simbol kemandirian. Saya mendukung penuh setiap inisiatif yang menjadikan organisasi ini lebih produktif.
Pengalaman bapak dan ibu sekalian adalah modal yang tidak bisa dibeli, dan jika dipadukan dengan manajemen yang mandiri, PWRI akan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan Kapuas,” ujar Wakil Bupati Kapuas dengan penuh optimisme.
Guna mewujudkan hal tersebut, Wabup menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pendampingan, baik dalam bentuk pelatihan kewirausahaan maupun akses terhadap pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh anggota PWRI.
Ke depan, PWRI Kapuas diproyeksikan menjadi percontohan bagi organisasi serupa di Kalimantan Tengah dalam hal tata kelola organisasi yang modern dan berorientasi pada kemandirian ekonomi, memastikan setiap anggotanya tetap berdaya dan bahagia di masa tua.