Home News Gawat! Pontianak Dikepung ‘Silent Killer’: Penyakit Ini Diam-Diam Incar Nyawa Ribuan Warga!
News

Gawat! Pontianak Dikepung ‘Silent Killer’: Penyakit Ini Diam-Diam Incar Nyawa Ribuan Warga!

hipertensi di pontianak

Share
Share

IKNpos.id – Di balik pesona kulinernya yang menggugah selera dan aktivitas ekonominya yang kian melesat, Kota Pontianak kini tengah menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan.

Berdasarkan data terbaru, Hipertensi atau tekanan darah tinggi secara mengejutkan menduduki kasta tertinggi dalam daftar kasus penyakit yang ditangani puskesmas di ibu kota Kalimantan Barat ini sepanjang 2025.

Fenomena ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Hipertensi sering dijuluki sebagai The Silent Killer karena sifatnya yang seringkali tanpa gejala, namun tiba-tiba memicu komplikasi fatal seperti serangan jantung, gagal ginjal, hingga stroke permanen.

Terdata dari 10 kasus penyakit terbesar yang ditangani oleh Puskesmas di Kota Pontianak tahun 2025, hipertensi esensial atau hipertensi primer menempati urutan pertama dengan 54.409 kasus.

Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan kasus terbanyak kedua, yakni nasofaringitis akut (flu) sebanyak 44.912 kasus, disusul dyspepsia atau gangguan lambung/maag sebanyak 28.448 kasus, infeksi saluran pernapasan atas akut sebanyak 20.575 kasus, dan diabetes melitus non-insulin sebanyak 19.522 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan tingginya kasus hipertensi menjadi peringatan bahwa masyarakat perlu semakin serius memperbaiki gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, pencegahan hipertensi tidak bisa dilepaskan dari pengaturan konsumsi makanan, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang memadai, serta kemampuan mengelola stres.

Gaya Hidup dan Pola Makan: Akar Masalah yang Terabaikan

Tingginya angka penderita hipertensi di Pontianak tidak lepas dari pergeseran gaya hidup urban. Konsumsi makanan tinggi garam, kegemaran akan sajian bersantan, hingga kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama. Selain itu, tingkat stres masyarakat kota yang tinggi turut mempercepat lonjakan tekanan darah pada usia yang kian muda.

Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan kini mulai menggencarkan program deteksi dini di setiap Puskesmas dan Posyandu. Tujuannya satu: memutus rantai “kematian mendadak” dengan mengajak warga rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala.

Share