IKNPOS.ID – Keluarga Besar Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menyelenggarakan acara Halal Bihalal sekaligus Tasyakuran di Kantor Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI, Cipinang, Jakarta Timur.
Acara ini digelar sebagai bentuk syukur atas amanah baru yang diemban Dedi Hardianto sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan RI.
Hadir dalam acara tersebut Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, beserta seluruh jajaran Ketua Umum Federasi yang bernaung di bawah KSBSI. Kehadiran para pimpinan federasi ini menegaskan soliditas organisasi dalam mendukung kader terbaiknya yang kini menduduki posisi strategis di lembaga negara.
Representasi Buruh di Level Pengambil Kebijakan. Terpilihnya Dedi Hardianto dipandang bukan sekadar pencapaian individu, melainkan kemenangan bagi gerakan buruh formal di Indonesia.
Sebagai sosok yang tumbuh dari rahim pergerakan serikat, kehadiran Dedi di BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu menjembatani aspirasi pekerja langsung ke pusat pengambilan keputusan jaminan sosial.
Irwan Ranto Bakkara, Sekretaris Jenderal FSB NIKEUBA KSBSI, menegaskan bahwa penempatan ini adalah langkah krusial untuk memastikan pengawasan dana pekerja dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kami melihat terpilihnya Bapak Dedi Hardianto sebagai Ketua Dewas adalah angin segar bagi kepastian perlindungan buruh di Indonesia. Beliau sangat memahami denyut nadi persoalan di lapangan, mulai dari masalah kepesertaan hingga kemudahan akses klaim. Kami yakin, di tangan beliau, fungsi pengawasan BPJS Ketenagakerjaan akan semakin tajam dan berpihak pada kepentingan buruh sebagai pemilik dana,” ujar Irwan Ranto Bakkara dalam keterangannya di lokasi acara.
Irwan juga menambahkan bahwa momentum tasyakuran ini sekaligus menjadi konsolidasi internal bagi KSBSI untuk terus mengawal kebijakan-kebijakan ketenagakerjaan yang pro-rakyat.
“Ini adalah amanah yang berat namun mulia. KSBSI akan terus memberikan masukan konstruktif kepada beliau agar visi perlindungan jaminan sosial yang inklusif dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal,” tambah Irwan.