“Dengan hadirnya hatchery lokal, petambak kini dapat memperoleh benih dengan kualitas lebih terjaga serta penghitungan yang akurat sesuai kebutuhan produksi. Selain memperkuat sisi produksi, program ini juga memperkenalkan skema pembiayaan yang lebih inklusif,” katanya.
Melalui Biru Fund, lanjut ia, petambak dapat mengakses pembiayaan dengan bunga 0 persen, disertai masa tenggang pembayaran hingga 10 bulan.
Sementara pengembalian dana dilakukan berdasarkan persentase keuntungan, sehingga menyesuaikan dengan hasil panen dan mengurangi tekanan finansial di awal siklus budi daya.